facebook-viewcontent

15+ Tips Paid Promote di Instagram agar Jualan Makin Laris

komerce.id – Saat ini bisnis online semakin banyak berkembang seiring dengan perkembangan teknologi, strategi pemasarannya pun banyak yang mengalami perkembangan sesuai dengan tren yang sedang berlangsung pada saat itu. Salah satunya adalah dengan strategi marketing berbayar melalui paid promote.

Apakah kamu pernah mendengar strategi ini? Jika kamu masih bingung, paid promote adalah strategi pemasaran di mana pemilik brand akan mempromosikan produknya melalui media sosial influencer, selebriti, atau tokoh-tokoh terkenal. Terdapat jenis strategi pemasaran yang hampir sama, yaitu endorsement.

Namun bedanya, jika pada endorsement pemilik akun harus memperagakan penggunaan barang dan memberikan testimoni. Sedangkan pada sistem paid promote, content marketing diberikan oleh pemilik brand yang ingin mempromosikan produknya. Akun influencer hanya mengunggah content tersebut untuk dilihat oleh pengikutnya.

Baca juga: 4 Perbedaan Paid Promote dan Endorse dalam Bisnis Online

Strategi Paid Promote Instagram yang Baik dan Profitable

strategi paid promote di instagram
strategi paid promote di instagram, sumber gambar: pixabay.com

Meskipun sangat banyak dilakukan, nyatanya tidak semua strategi ini berhasil mendongkrak penjualan. Banyak faktor yang menentukan keberhasilan strategi ini, apa saja cara agar paid promote dapat mendongkrak penjualan?

1. Perbaiki Tampilan Akun Instagram

Sebelum kamu memutuskan untuk mempromosikan produkmu, ada baiknya kamu mempersiapkan akun instagram sebelum ramai dikunjungi oleh calon pembeli. Apa saja yang harus dipersiapkan?

Yang harus kamu perhatikan adalah tampilan akun instagram kamu mulai dari bio, content, profil, kemudahan dalam menghubungi, dan sebagainya. Hal ini karena dalam paid promote, akun influencer akan menampilkan akun bisnismu dan calon pembeli akan mencari info darinya.

2. Ketahui Target Market

Kamu harus memahami target marketmu untuk menentukan strategi dan promosi yang tepat. Begitu juga dengan strategi paid promote. Kamu harus tau karakter dari target marketmu untuk disesuaikan dengan akun yang tepat.

3. Memilih Akun Paid Promote yang Tepat

Setelah kamu mengenali target marketmu, kini saatnya kamu memilih akun paid promote yang tepat. Tidak semua akun berfollowers banyak tepat bagi produkmu, bisa saja akun dengan banyak followers tidak memberikan hasil maksimal karena tidak sesuai dengan produkmu.

Kembali ke poin sebelumnya, kamu harus mengenali produk dan target market kamu untuk menentukan akun paid promote yang akan bekerja sama denganmu. Jangan sampai biaya yang sudah kamu keluarkan akan terbuang percuma karena kesalahan dalam menentukan akun paid promote.

4. Pilih Waktu Tayang yang Tepat

Tak hanya akun yang tepat, tapi juga waktu tayang produkmu harus tepat agar mendapatkan hasil yang maksimal. Ada produk-produk tertentu yang memiliki waktu tertentu untuk mendapatkan penjualan maksimal.

Misalnya busana muslim dan makanan khas timur tengah yang akan lebih banyak diburu oleh kosumen pada saat bulan Ramadhan, atau pernak pernik berwarna merah dan atribut natal yang ramai dicari pada bulan desember.

5. Gunakan Gambar atau Video yang Menarik

Karena cara kerja dari paid promote adalah dengan mengunggah content yang disediakan oleh pengiklan, maka kamu harus mempersiapkan sebaik mungkin. Buatlah content iklan berupa gambar dan video yang menarik.

Tak hanya merarik, kamu juga harus memberikan file dengan resolusi tinggi agar kualitas gambar yang diupload juga baik dan tidak pecah. Nggak mau kan kalau produkmu kurang diminati karena content marketing yang buruk?

Baca juga: 15 Tips dan Strategi Instagram Marketing

6. Beri Copywriting/Caption Menarik dan Berkualitas

Selain content yang menarik, copywriting juga penting untuk diperhatikan. Buatlah copywriting yang dapat menarik dan mengajak audiens untuk mencari tahu lebih banyak tentang produkmu. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti agar pesanmu dapat tersampaikan dengan baik.

7. Gunakan Hashtag Tertarget

Jika kamu memiliki hashtag khusus, buatlah semenarik dan seunik mungkin. Namun jika kamu ingin menggunakan hashtag umum, carilah hashtag yang relevan dengan produkmu dan perhitungkan juga jumlah pemakai hashtag tersebut.

8. Giveaway X Paid Promote

Untuk semakin menarik minat para pembeli, sesekali buatlah event giveaway yang bekerja sama dengan influencer yang bekerja sama denganmu. Dengan bekerja sama, maka informasi tentang giveaway produkmu akan tersebar luas.

Semakin banyak peserta yang mengikuti giveaway, semakin luas produkmu akan dikenal orang. Dengan begitu maka peluang untuk menaikkan penjualan semakin besar.

9. Partnership

Paid partnership adalah fitur yang disediakan oleh Instagram yang memungkinkan sebuah akun untuk bekerja sama dengan sebuah brand. Strategi ini sangat bagus untuk memperkenalkan sebuah brand melalui media sosial instagram.

Kerjasama ini memiliki perjanjian tersendiri antara pengiklan (pemilik brand) dengan influencer. Pada kerjasama paid partnership, nama brand akan diletakkan di bagian bawah username-nya. Hal ini akan meningkatkan kemungkinan audiens dari akun influencer tersebut melakukan klik di tag tersebut dan mengunjungi profil dari brand yang bersangkutan. 

10. Jangan Terlalu Fokus dengan Followers

Daripada terlalu fokus dengan jumlah followers, akan lebih membantu jika kamu lebih fokus pada angka engagement. Angka engagement tidak melulu dipengaruhi oleh jumlah follower, namun seberapa banyak interaksi yang dihasilkan oleh akun tersebut.

Maka dari itu, salah satu pertimbangan dalam memilih akun influencer adalah dengan melihat engagement rate dari akun tersebut. Jika angka engagement bagus maka kamu bisa mempertimbangkan kerjasama dengan akun tersebut.

Baca juga: Istilah-istilah dalam Instagram Insight

11. Minta Insight Data

Instagram memiliki fitur bisnis di mana pemilik akun dapat menarik data insight dengan mudah, mintalah insight data akun influencer sebelum memutuskan kerjasama. Jika angkanya baik, kamu bisa memulai kerjasama.

12. Seleksi Pricing/ Tarif Promosi

Setiap akun influencer mematok tarif yang berbeda-beda tergantung dari jumlah followers dan faktor lainnya seperti engagement rate, kamu harus melakukan riset harga-harga terbaik untuk akun-akun influencer.

Tentukan harga yang cocok dengan anggaran yang kamu sediakan, kamu juga harus menghitung apakah biaya yang kamu keluarkan sesuai dengan hasil yang kamu dapatkan melihat dari data-data yang kamu peroleh.

13. Pastikan bukan akun BOT

Banyak sekali akun-akun bodong atau akun BOT yang tersebar di semua media sosial, tak terkecuali instagram. Jangan hanya tergiur dengan harga yang murah dan followers yang terlihat banyak, namun ternyata dipenuhi oleh akun BOT.

Akun dengan follower bot tidak akan menghasilkan konversi meskipun kamu menggunakan content yang sangat berkualitas, hal ini dikarenakan akun BOT tidak melakukan interaksi sebagaimana akun personal.

14. Hitung Profit dan Biaya Cost Per Lead

Sama seperti beriklan melalui Ads, kamu juga harus menghitung pengeluaranmu yang dibandingkan dengan profit yang kamu peroleh. Caranya adalah dengan menghitung total omzet dikurangi modal + biaya promosi. 

Hal ini dimaksudkan untuk mengukur bagus atau tidaknya hasil paid promote. Jika ternyata mendapatkan hasil boncos atau rugi, maka kamu harus menginvestigasi penyebabnya.

15. Manajemen Konversi

Apakah kamu melakukan paid promote ke banyak akun? Jika iya, kamu harus membedakan URL Landing Page dan nomor whatsapp dari masing-masing akun paid promote. Hal ini dilakukan untuk mengukur performa dari masing-masing akun. Dengan begitu kamu dapat mempertimbangkan untuk melakukan kerjasama kembali atau tidak. 

16. Jangan Takut, Langsung Action!

Jika kamu telah mengikuti langkah-langkah dari point-point di atas, saatnya kamu mengambil tindakan nyata. Tunggu apa lagi? Kamu akan tahu apakah strategi ini cocok atau tidak untuk produkmu jika kamu sudah mencoba.

Baca juga: 5 Jenis Marketing Campaign di Instagram

Paid promote merupakan salah satu strategi marketing yang banyak digunakan sekarang ini, hal ini tak lepas dari fakta perkembangan media sosial yang berjalan sangat pesat baik dari sisi teknologi dan juga penggunanya.

Untuk menggunakan strategi ini, kamu juga harus memperhatikan beberapa hal agar strategi ini berhasil dan menghasilkan konversi yang tinggi. Meskipun sebuah akun memiliki followers yang tinggi, belum tentu akun tersebut cocok untuk produk atau brandmu loh!

Jika kamu benar-benar ingin melakukan strategi ini dan telah mengetahui apa yang harus kamu lakukan, maka saatnya kamu take action! Jangan menunda untuk sesuatu yang bergerak sangat cepat seperti teknologi.

Nanda

Nanda adalah content specialist di Komerce. Nanda ingin terus berbagi pengalamannya melalui artikel-artikelnya di blog Komerce. Memastikan Anda mendapatkan pengalaman-pengalaman baru tentang dunia customer service dan e-commerce.

Tinggalkan komentar