9 Perbedaan Online Shop, E-Commerce, dan Marketplace

Perbedaan Online Shop, E-Commerce, dan Marketplace – Saat ini teknologi berkembang semakin pesat, hampir semua hal sudah dapat kita lakukan melalui internet termasuk dengan berbelanja. Dengan munculnya online shop (toko online), kita semakin dimudahkan untuk berbelanja. Namun, apakah Anda mengetahui perbedaan online shop, e-commerce juga marketplace?

Mungkin Anda sering mendengar ketiga istilah tersebut namun belum begitu mengerti pengertian maupun perbedaan yang ada pada ketiganya. Karena itu, kami akan memberikan penjelasan kepada Anda mengenai masing-masing istilah serta perbedaan yang ada diantara ketiganya.

Agar Anda tidak ketinggalan informasi lengkapnya, simak terus penjelasan kami hingga akhir dan jangan sampai ada yang terlewat!

Penjelasan Online Shop, E-Commerce dan Marketplace

Sebelum kami membahas mengenai perbedaan yang ada dari online shop, e-commerce dan juga marketplace, alangkah lebih baik jika Anda mengenal terlebih dahulu masing-masing istilah tersebut. Adapun penjelasan mengenai ketiga istilah tersebut adalah sebagai berikut:

Pengertian Online shop

contoh online shop
Contoh online shop di Instagram

Contoh: ABCDE shop yang anda temui di media sosial

Online shop adalah istilah yang digunakan untuk menyebut toko yang berjualan menggunakan jaringan internet. Tidak harus berupa website, online shop juga dapat menggunakan media sosial atau platform online lainnya.

Jika Anda berencana untuk membuat online shop atau toko online, Anda harus siap berinteraksi dan berhubungan secara langsung baik dengan calon pembeli atau juga pembeli. Saat ini kebanyakan online shop beroperasi di media sosial Instagram.

Untuk berhubungan, selain menggunakan fitur Direct Message (DM) yang disediakan oleh Instagram biasanya aplikasi media sosial berbasis chat seperti WhatsApp atau LINE digunakan. Alur transaksi dari online shop biasanya mirip atau bahkan sama.

Saat calon konsumen melihat produk yang dijual oleh online shop tersebut, konsumen akan menghubungi online shop. Setelah berkomunikasi mengenai stock barang dan juga harga total, konsumen diminta membayar sejumlah nominal tertentu.

Setelah transaksi pembayaran selesai dan bukti pembayaran dikirim oleh konsumen, online shop kemudian akan mengirimkan barang atau produk yang dipilih oleh konsumen. Saat ini sudah banyak toko yang membuka online shop baik yang sudah memiliki offline store maupun yang baru merintis.

Baca juga: Reseller Adalah

Pengertian E-commerce

contoh ecommerce
Berrybenka

contoh: Berrybenka.com, zara.com, thenblank.com

Berbeda dengan online shop, e-commerce atau electronic commerce adalah semua aktivitas jual beli yang pelaksanaannya dilakukan melalui media elektronik. Meskipun identic dengan aktivitas jual beli melalui internet, aktivitas yang dilakukan melalui televisi dan telepon juga termasuk e-commerce.

Mungkin Anda berpikir bahwa proses atau transaksi jual beli hanya terjadi diantara penjual dengan konsumen, namun e-commerce ini dibedakan menjadi enam jenis yaitu:

  • Business to business (B2B) adalah jenis e-commerce dimana dua buah perusahaan melakukan transaksi jual beli.
  • Business to consumer (B2C) adalah jenis e-commerce dimana sebuah perusahaan menjual produk atau juga jasa langsung kepada konsumen
  • Business to public administration (B2A) adalah jenis e-commerce yang melibatkan perusahaan dengan Lembaga pemerintah
  • Consumer to consumer (C2C) konsumen dalam hal ini merupakan individu sehingga C2C adalah jenis e-commerce yang dilakukan oleh dua individu
  • Consumer to business (C2B) adalah jenis e-commerce yang terjadi jika seorang individu menjual produk atau jasa pada perusahaan
  • Consumer to public administration (C2A) adalah jenis e-commerce yang melibatkan individu dengan Lembaga pemerintah.

Pengertian Marketplace

contoh marketplace
contoh marketplace

Contoh: Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dll

Marketplace adalah sebuah wadah berupa website yang berfungsi untuk dapat menghubungkan penjual dengan calon konsumen melalui jaringan internet. Marketplace dapat dikatakan bertindak sebagai pihak ketiga atau perantara transaksi jual beli.

Agar lebih mudah dimengerti, Anda dapat membayangkan marketplace sebagai pasar tradisional karena konsep yang digunakan oleh keduanya sama yaitu menyediakan tempat bagi penjual untuk berjualan dan kepada pembeli untuk berbelanja.

Marketplace ini menjalin kerjasama dengan pihak penjual dimana ada dua jenis Kerjasama yang berlaku, yaitu:

  • Marketplace murni adalah Kerjasama yang dilakukan Ketika situs dari marketplace hanya menyediakan tempat kepada penjual untuk berjualan dan juga fasilitas pembayarannya. Dalam jenis Kerjasama ini, penjual memiliki keleluasaan lebih terhadap produk yang dijual.
  • Marketplace konsinyasi adalah jenis Kerjasama yang dilakukan saat penjual menitipkan produk yang dijual kepada marketplace tersebut sehingga penjual hanya perlu menyiapkan detail informasi produk.

Baca juga: Cara Menjadi Reseller Sukses Dengan Modal Kecil

Perbedaan Online Shop, E-Commerce, dan Marketplace

FaktorEcommerce (Toko Online)MarketplaceOnline Shop (Olshop)
BiayaSedikit mengeluarkan uang di awal. Tapi ini merupakan investasi jangka panjang.Gratis (kecuali untuk menikmati fitur-fitur premium yang disediakan marketplace)Gratis (kecuali untuk menggunakan fitur berbayar sosial media, seperti Facebook Ads atau Instagram Ads)
Tingkat Kesulitan PembuatanPembuatan mudah dan cepat jika Anda sudah terbiasa mengoperasikan website. Anda bisa mendaftar dan langsung menggunakannya untuk berjualan.Anda perlu mengubah/membuat akun bisnis di media sosial terlebih dahulu.
Jenis BarangCocok untuk barang bermerek, artisan, butik, dan barang lain yang perlu brand awareness tinggi. Barang umum seperti perkakas dan aksesoris yang bisa dibeli dalam jumlah besar sekaligusBarang apa saja, tapi dalam skala lebih kecil yang ditujukan untuk konsumsi pribadi.
PromosiUpaya promosi lebih fleksibel dan bisa Anda atur sendiri.Promosi lebih dikendalikan oleh marketplace.Sedikit usaha dan uang dengan memanfaatkan Facebook Ads atau Instagram Ads.
PersainganPersaingan dengan sesama website untuk mendapatkan ranking pertama di hasil pencarian.Persaingan dalam satu marketplace  sangat ketat.Persaingan di satu media sosial sangat ketat.
Jumlah PenjualanSedikit sudah bisa untung.Harus jualan banyak agar bisa memuaskan.Harus jualan banyak agar bisa memuaskan.
KepercayaanJika menerapkan strategi yang benar, kepercayaan konsumen bisa dibangun dengan cepat.Konsumen lebih percaya kepada marketplace, bukan pada bisnis yang menjual produk.Butuh waktu lama. Kecuali, Anda sudah punya reputasi dahulu di akun pribadi.
Kesetiaan KonsumenKonsumen cenderung lebih setia. Apalagi kalau bisnis menerapkan strategi customer retention (member, poin, dsb).Konsumen bisa dengan mudah lari ke toko sebelah apabila menawarkan harga lebih murah.Konsumen bisa dengan mudah lari ke toko sebelah apabila menawarkan harga lebih murah.
DataPengumpulan data performa bisnis yang mendalam.Data yang didapatkan terbatas.Fitur analisis data yang terbatas.

Setelah Anda mengetahui penjelasan dari masing-masing istilah, mungkin saja Anda sudah mulai mengetahui perbedaan yang ada diantara ketiga istilah tersebut. Jika Anda ingin memulai berbisnis secara online, Anda harus mengetahui perbedaan diantara ketiganya dan memilih yang paling sesuai.

Agar lebih jelas lagi, berikut akan kami jelaskan perbedaan antara online shop, e-commerce dan marketplace:

1. Biaya

Untuk Anda yang ingin berbisnis atau berjualan online tanpa mengeluarkan biaya, Anda dapat memilih online shop atau juga marketplace karena Anda tidak akan dipungut biaya apapun. Namun Anda tetap harus membayar jika Anda ingin menggunakan fitur tambahan dari online shop (media sosial) dan marketplace.

Saat Anda mencoba untuk berjualan menggunakan e-commerce, Anda membutuhkan biaya modal di awal saat mendaftarkan toko namun biaya ini kemudian dapat menjadi investasi jangka panjang bagi toko Anda.

2. Promosi

Jika Anda menggunakan media sosial (online shop), Anda harus melakukan promosi secara mandiri dengan menggunakan fitur yang disediakan oleh media sosial tersebut yang biasanya berbayar.

Untuk promosi yang lebih fleksibel dan dapat Anda atur sebagaimana keinginan, akan lebih baik jika Anda memilih e-commerce. Namun jika Anda menginginkan kemudahan dalam promosi, Anda dapat memilih marketplace karena promosi akan dilakukan oleh pihak marketplace tersebut.

3. Sistem pembayaran

Karena Anda mengelola toko online Anda secara pribadi saat Anda memilih online shop, sistem pembayaran dapat dilakukan dengan membayar sejumlah tagihan yang ditujukan ke rekening Anda atau perusahaan. Anda harus berhati-hati karena penipuan biasanya terjadi pada tahap ini.

Sama halnya seperti sistem pembayaran yang diberlakukan pada online shop, sistem pembayaran pada e-commerce juga diarahkan untuk dilakukan secara langsung dengan tujuan rekening penjual.

Marketplace yang bertindak sebagai pihak ketiga akan menerima uang yang dibayarkan oleh pembeli dan kemudian menyalurkan uang tersebut ke penjual sehingga baik penjual maupun pembeli tidak perlu takut akan adanya risiko penipuan.

4. Kepercayaan konsumen

Transaksi jual beli melalui jaringan internet memang rawan akan kejahatan penipuan. Karena itu, biasanya banyak orang lebih waspada terhadap online shop yang menjalankan transaksi secara pribadi kecuali memang online shop tersebut atau juga pemiliknya sudah memiliki reputasi yang baik.

Adapun untuk e-commerce dan marketplace, para pembeli biasanya lebih percaya karena terdapat pihak ketiga yang berperan untuk mengawasi baik penjual maupun pembeli dalam menjalankan transaksi jual beli sehingga dianggap lebih aman daripada online shop.

Baca juga: 9 Kesalahan Yang Umum Dilakukan Oleh Pemilik Online Shop

Mana yang Bisa Anda Jalankan?

Pada dasarnya, anda bisa melakukan itu semua secara bersamaan. Anda bisa membuat onlineshop di media sosial sebagai katalog dan untuk proses transaksi dilakukan di marketplace. Jika memungkinkan, anda dapat membuat website yang berisi produk anda sendiri.

Yang terpenting adalah bagaimana anda mengelola itu semua. Jangan lupa, ketika anda memaksimalkan ketiga media tersebut, anda juga harus siap dengan pembeli yang datang secara bersamaan. Anda tetap harus menyediakan layanan pelanggan yang cepat dan handal dengan hire customer service dari Komerce.

Talent customer service yang anda hire dari Komerce telah melalui pendidikan customer service yang diadakan di sini. Anda tak perlu khawatir, tim kami selalu mengupdate kurikulum dengan mengikuti perkembangan bisnis digital untuk membantu pebisnis online dalam memaksimalkan penjualannya. Apakah anda siap untuk berkolaborasi bersama kami? klik di sini


Dari pembahasan kami mengenai perbedaan yang dimiliki oleh online shop, e-commerce dan juga marketplace, Anda dapat mengetahui bahwa ketiganya merupakan istilah yang menyatakan hal yang berbeda.

Semoga setelah membaca penjelasan kami tersebut, Anda akan lebih mengerti mengenai ketiga istilah tersebut dan dapat menentukan pilihan mengenai platform yang paling sesuai untuk menjalankan bisnis online.

Nanda

Nanda adalah content specialist di Komerce. Nanda ingin terus berbagi pengalamannya melalui artikel-artikelnya di blog Komerce. Memastikan Anda mendapatkan pengalaman-pengalaman baru tentang dunia customer service dan e-commerce.

Tinggalkan komentar

Subscribe to Our Newsletter

Kamu ingin meningkatkan penjualan bisnis? Dapatkan tips terbaru dari komerce.