7 Strategi Marketing untuk Generasi Milenial yang Efektif

Penyebutan generasi milenial sebenarnya merujuk pada orang-orang yang lahir antara tahun 1980-an hingga 2000-an. Saat ini, banyak anak muda yang memilih menjadi pengusaha dan berkreasi sesuai keinginan, terlebih lagi untuk memilih strategi pemasaran menggunakan media sosial.

Mungkin penggunaan media sosial sebagai ajang promosi dianggap cukup mudah. Namun, kenyataannya masih banyak penjual yang kesulitan dalam mengelola pemasaran dan tokonya masih sepi pembeli. Lantas bagaimana solusinya?

Memasarkan sesuatu tidak hanya bermodal omongan dan produk yang berkualitas. Tetapi, para pemasar harus memiliki kemampuan yang cukup agar produk yang ditawarkan mudah terlihat oleh konsumen, baik di dunia nyata maupun maya.

Siapa Generasi Milenial?

Tidak ada batas waktu yang pasti untuk menentukan awal dan akhir generasi ini. Para ahli biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran generasi milenial. Sedangkan pertengahan tahun 1990-an sampai awal 2000-an sebagai akhir kelahiran generasi ini. Dengan populasi kurang lebih 90 juta jiwa, segmentasi pasar milenial sangat menjanjikan untuk meraup keuntungan.

Selain mendominasi populasi saat ini, generasi milenial juga berada pada umur produktif, dimana rata-rata generasi ini sudah memiliki penghasilan sendiri. Hal ini tentu membuat generasi milenial mempunyai daya beli cukup kuat.

Sejumlah riset mengatakan, sekitar 50% belanja online yang ada di Indonesia dilakukan oleh kelompok milenial. Data ini tentu membuat kita sadar, bahwa sebagai pebisnis kita harus secara serius menarik pasar milenial.

Baca juga: Strategi Digital Marketing Untuk UMKM

7 Strategi Pemasaran yang Efektif Bagi Konsumen Milenial

strategi pemasaran untuk milenial
sumber freepik

Konsumen milenial cenderung menyukai hal-hal yang instan dan memiliki kualitas bagus. Mereka juga akan lebih terpengaruh jika iklan dari sebuah produk dibuat menarik. Sebagai penjual, strategi marketing apa saja yang paling efektif untuk digunakan?

1. Meningkatkan citra brand perusahaan

Generasi milenial yang identik dengan gaya hidup konsumtif juga diimbangi dengan pemikiran kritis dalam memilih suatu produk. Banyak pertimbangan yang digunakan, salah satunya citra yang dicerminkan dari perusahaan .

Dari hal ini, Anda sebagai penjual harus memahami bagaimana pandangan dari masyarakat terhadap produk sekaligus nilai dari perusahaan Anda. Lakukan penguatan branding atau merek, sehingga apa saja produk yang akan dikeluarkan bisa disukai konsumen.

2. Penentuan kelompok sosial sebagai target pasar

Berhasil tidaknya pemasaran juga bergantung dari ketepatan Anda dalam meloihat target konsumen. Anda harus memahami terlebih dahullu bagaimana kualitas dan kuantitas produk hingga jangkauan pasar yang akan menjadi kendali Anda.

Pertama-tama, lakukan survei kebutuhan konsumen terlebih dahulu, sehingga akan muncul beberapa kelompok sosial. Masing-masing dari kelompok tersebut sudah memiliki kriteria sendiri dalam memandang sebuah produk.

Secara umum, kelompok sosial ini terbagi atas kelompok bawah, menengah dan atas. Setelah itu, Anda dapat memilih salah satunya agar lebih fokus dahulu. Target pasar yang sudah dipilih akan menentukan entitas dari produk Anda beserta harga yang akan dipatok.

3. Menghindari metode Hard Selling

Metode pemasaran terdiri dari berbagai macam, misalnya hardselling hingga sofselling. Metode hardselling sebaiknya perlu dihindari untuk generasi milenial. Sebab, mereka cenderung tidak suka paksaan dan membutuhkan promosi yang bersifat softselling.

Metode hard seliing yang dilakukan secara terang-terangan membuat timbulnya rasa tidak nyaman, terlebih bagi generasi milenial. Para anak muda akan berpikir secara rasional dan memproses sebuah iklan produk untuk diteliti dahulu sebelum membelinya.

Metode hard selling dianggap cukup membosankan karena tidak memperdulikan konsumen secara mendalam. Metode ini hanya berfokus pada penawaran dan informasi seputar keunggulan produk. Sehingga para pelanggan baru pun akan berpikir ulang dan menanyakan kebenarannya.

Hard selling juga memberikan informasi secukupnya saja tanpa ada pembaharuan. Hal ini menimbulkan menurunnya kepercayaan konsumen dan loyalitasnya. Ketika menggunakan metode ini untuk generasi milenial, mereka tidak akan mengenalkan produk Anda ke orang lain.

Baca juga: Strategi Instagram Marketing Terbaru

4. Penggunaan metode cashless

Kemajuan digital yang semakin pesat memaksa semua orang untuk mengikuti trend yang ada. Jika sebelumnya alat pembayaran dilakukan secara langsung memakai uang tunai, sejak beberapa tahun terakhir ini pembayaran produk dilakukan dengan metode cashless.

Artinya, transaksi penjualan dan pembelian hanya perlu memakai jaringan internet, smartphone, kartu atm tanpa ada bentuk uang secara fisik. Jika Anda menyediakan pembayaran cashless, bukan tidak mungkin banyak konsumen yang memilih produk Anda di urutan pertama.

Metode cashless sudah mulai diaplikasikan pada semua jenis transaksi karena sangat mudah dan memberikan banyak keuntungan. Anda juga harus memberikan jaminan bahwa transaksi di toko Anda dipastikan aman dan tidak merugikan pembeli.

5. Pemberian reward

Hadiah atau reward dalam pemasaran dianggap sangat efektif dan mampu meningkatkan omset secara pesat. Reward yang diberikan kepada konsumen bisa diwujudkan dalam berbagai macam, mulai dari cashback langsung, poin, tambahan produk dan sebagainya.

Ketika mendengar kata ‘reward’, secara psikologis, otak seseorang akan merespon dengan cepat dan menimbulkan ketertarikan untuk memiliki. Apalagi bagi para shopaholic milenial yang cenderung menyukai banyak keuntungan saat membeli sebuahproduk atau jasa.

Agar konsumen Anda tidak bosan dengan reward yang diberikan, cobalah membuat variasi yang berbeda-beda di setiap sesi penjualan. Manfaatkan juga waktu-waktu khusus seperti libur hari raya, menjelang natal dan tahun baru, hingga perayaan imlek.

Usahakan untuk menyesuaikan jenis reward berdasarkan tema sesi yang dipilih. Meskipun memberikan hadiah secara cuma-cuma, Anda tetap harus memperhatikan biaya operasional sehingga tidak menimbulkan kerugian yang besar.

6. Jasa influencer

Media sosial terus berkembang dari hari ke hari. Ada banyak jenis media sosial yang bisa dimanfaatkan sedang lading promosi. Selain itu, jasa endorsement juga banyak diminati oleh penjual karena mampu meningkatkan kepercayaan konsumen.

Anda bisa memakai jasa influencer yang sudah memiliki pengikut cukup banyak dan citra yang baik di media sosial. Promosi bisa dilakukan di instagram, youtube bahkan yang sedang digandrungi saat ini yakni Tik Tok.

Jasa influencer sekelas artis dibanderol dari harga jutaan hingga puluhan juta, bahkan ada juga yang mencapai milyaran rupiah. Jika Anda masih merintis usaha, gunakan influencer lokal yang bisa dijangkau dengan harga 50 ribuan hingga ratusan ribu.

Ketika memakai jasa influencer, pastikan Anda memahami syarat dan ketentuan yang berlaku. Buatlah kesepakatan sejelas mungkin agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari. Sehingga, jika ada yang menyalahi kesepakatan, Anda bisa meminta ganti rugi yang sesuai.

Baca juga: Tips Meningkatkan Penjualan Bisnis Online Dengan TikTok

7. Menerapkan komunikasi dua arah

Kesuksesan dalam marketing tidak hanya didapatkan dari satu pihak saja. Namun, diperlukan adanya komunikasi 2 arah antara penjual dan pembeli. Apalagi model jual beli saat ini lebih banyak melalui dunia maya menggunakan platform e-commerce.

Meskipun tidak bertemu secara langsung, Anda tetap bisa membangun komunikasi yang baik. Lakukan live chat secara terus menerus. Anda tidak hanya memposting jualan Anda, tetapi juga bisa meminta pendapat para konsumen.

Contohnya, Anda melemparkan pertanyaan seputar produk, memberikan 2 pilihan sebagai bahan survey hingga saran dan kritik agar kinerja perusahaan bisa diperbaiki dan ditingkatkan. Pada intinya, usahakan komunikasi terjalin dengan baik hingga konsumen merasa bagian dari Anda.

Selain itu, jangan lupa merespon segala sesuatu dari konsumen secepat mungkin dengan bahasa yang sopan santun. Jika ditemui konsumen yang kurang patut dan bersikap tidak semestinya, Anda harus sabar dan melayaninya secara professional.

8. Buat Toko Online

Coba mulailah beralih dari toko fisik ke toko online. Sebagai seorang pebisnis, Anda perlu berinovasi. Melakukan penjualan melalui banyak media di internet bisa dipraktikan. Mulai dari social media, marketplace, sampai membuat website atau toko online kita sendiri.

Meskipun demikian, adanya toko offline memang tidak boleh dikesampingkan. Kadang pembeli online akan menanyakan dimana toko offline kita.

Namun jika melihat besarnya transaksi penjualan yang terjadi melalui marketplace, kita mesti berpikir ulang. Ada faktor lain yang mengharuskan kita untuk membuat toko online. Yaitu, bahwa generasi milenial merupakan generasi yang sebagian besar waktu hidupnya adalah bersama gadget mereka. Untuk itu, kita sebagai seorang pebisnis tidak perlu ragu untuk menggunakan marketing online demi menarik pasar milenial.

Selain marketplace dan toko online, masih banyak strategi untuk memaksimalkan pemasaran. Bisa melalui sosial media seperti Facebook dan Instagram.

Baca juga: 13 Strategi Marketing Di YouTube Untuk Pemasaran Bisnis


Pemasaran sangatlah penting dalam dunia bisnis. Anda memerlukan strategi pemasaran yang tepat dan efektif untuk menarik konsumen. Anda bisa menggunakan 7 strategi di atas agar penjualan semakin meningkat dari hari ke hari.

Bisnis yang long lasting dipengaruhi oleh beberapa factor, salah satunya strategi marketing yang baik dan selalu mengikuti perkembangan zaman. Selain itu, pastikan tenaga marketing untuk perusahaan Anda adalah orang-orang yang professional dan memiliki loyalitas tinggi.

kolaborasi bersama komerce
Hartanto

Hartanto adalah web developer di Komerce. Hartanto ingin memastikan agar setiap website yang dikelolanya terus online. Dia juga banyak berbicara tentang landing page untuk penjualan.