5 Perbedaan Sales dan Marketing: Pengusaha Wajib Tahu!

Komerce.id – Istilah “sales” dan “marketing” menjadi yang paling umum dalam dunia bisnis dan juga kerap digunakan dalam bahasa keseharian. Sebagian orang menganggap keduanya punya makna yang sama, karena sama-sama masuk dalam kategori strategi pemasaran, tapi sebenarnya keduanya adalah hal yang berbeda.

Kalau kamu termasuk salah satu orang yang mengira bahwa sales dan marketing adalah sama, terutama untuk kamu yang berencana membuka usaha/bisnis, maka kamu perlu tahu apa definisi yang benar dari keduanya dan apa saja detail perbedaannya.

Jangan sepelekan, bagi calon pengusaha yang tidak tahu apa bedanya sales dan marketing bisa jadi usahanya tidak berkembang lho. Usaha yang jalan tapi stay di tempat yang sama, dan usaha yang jalan maju ke depan itu sangat berbeda. Kamu pastinya ingin usaha yang jalan ke depan dan berkembang, bukan?

Baca juga: 10 Teknik Closing Sales yang Efektif untuk Konsumen Bisnis

Pengertian Sales dan Marketing

pengertian sales dan marketing
Sumber gambar: pexels.com

Supaya lebih gampang memahami apa saja perbedaan sales dan marketing, pertama mari pahami dulu apa definisi yang benar dari keduanya seperti berikut:

Arti Sales Adalah

Kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia, maka sales punya arti “penjualan”. Maka, istilah sales bisa diartikan sebagai suatu kegiatan menjual produk (bisa barang atau layanan/ jasa) kepada audiens yang menjadi target pasar dari produk tersebut.

Arti Marketing Adalah

Istilah marketing juga berasal dari bahasa Inggris yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berarti “pemasaran”. Dalam dunia bisnis atau usaha, marketing adalah kegiatan yang lebih besar dan prosesnya lebih luas dari sales/ penjualan tadi.

Hal ini karena marketing meliputi rencana pembuatan produk, riset dan penetapan harga, membuat rencana promosi yang bagus, menentukan pendistribusian produk, dan berbagai hal lain yang bisa membuat produk bisa sampai ke tangan pelanggan.

Baca juga: Contoh Penerapan Integrated Marketing Communication

Perbedaan Sales dan Marketing

perbedaan sales dan marketing
Sumber gambar: pexels.com

Definisi dari sales dan marketing saja sudah beda, kan? Nah, detail perbedaan lainnya adalah sebagai berikut:

1. Fokus/ Tujuan

Berdasarkan definisi di atas, bisa dikatakan kalau fokus dari sales/penjualan adalah menjual produk. Jadi perhatian utama dari kegiatan penjualan adalah mencapai target penjualan (setiap bulan atau jangka waktu tertentu yang sudah kamu tentukan).

Jadi misalnya dalam satu bulan target penjualan adalah 50 produk, maka apapun caranya asal target penjualan tercapai, maka tugas penjualan bisnismu sudah selesai.

Tapi, seiring waktu target penjualan ini biasanya akan ditingkatkan oleh pihak pemilik produk. Jadi kalau bulan ini target penjualan adalah 50, maka bulan depan atau depannya lagi akan naik menjadi 100 produk atau lebih.

Prinsip dari sales/penjualan ini cukup sederhana, yaitu semakin banyak produk yang bisa terjual, maka semakin bagus juga kondisi perusahaan, karena jumlah penjualan ini akan berpengaruh pada cash flow.

Sedangkan pada marketing, fokusnya bukan sekedar menjual produk sebanyak mungkin tapi bagaimana agar produk bisa diingat oleh para konsumen, dipromosikan oleh konsumen kepada orang lain tanpa diminta, dan konsumen akan kembali atau terus menerus membeli produk tersebut (repurchase).

Nah, prinsip dari marketing ini adalah price, product, place, promotion, people, process, dan physical evidence atau biasa disingkat 7P. Bisa dibilang kalau tujuan dari marketing adalah branding (membangun citra), jadi meskipun ada banyak produk yang sejenis, konsumen akan tetap memilih produkmu.

Meskipun pemasaran bisa hanya berfokus pada penjualan, tapi tujuan utamanya adalah mempromosikan produk, perusahaan, layanan, atau merek yang dijual. Bersamaan dengan proses promosi ini, kepercayaan pelanggan juga bisa terbangun secara otomatis.

Jika disimpulkan, fokus sales adalah angka penjualan jangka pendek, atau membuat audiens menjadi pelanggan potensial, sedangkan fokus marketing adalah kepuasan pelanggan sehingga penjualan jangka panjang bisa didapat dan pelanggan potensial bisa berubah menjadi pelanggan tetap.

2. Proses Kerja

Pada kegiatan penjualan/sales, proses kerjanya membuat pemilik produk atau orang yang ditugaskan akan bertemu langsung dengan konsumen. Tapi bentuk pertemuan ini tidak harus tatap muka, bisa lewat telepon, chat whatsapp, DM media sosial, SMS, dan lainnya.

Sedangkan pada marketing, proses kerjanya terjadi di belakang konsumen. Jadi kamu tidak perlu bertemu langsung dengan konsumen karena kamu lebih memikirkan tentang pangsa pasar, cara promosi, identifikasi kekurangan dan kelebihan produk, dll.

Nah, kalau semua hal ini sudah dipetakan, maka kegiatan sales akan dimulai. Jadi singkatnya, marketing ada di belakang layar sementara sales di depan.

3. Hubungan dengan Pelanggan

Hubungan dengan pelanggan dalam kegiatan penjualan/ sales seringkali tidak penting karena fokusnya adalah menjual produk sebanyak mungkin. Jadi saat produk sudah diterima oleh konsumen, maka tugas penjualan telah berakhir.

Jadi apakah pelanggan puas dengan produk yang digunakan, apakah pelayanan selama proses penjualan disukai pelanggan atau tidak, dan berbagai hal sejenis lainnya tidak perlu dipertanyakan.

Tapi dalam kegiatan marketing, hubungan baik dan jangka panjang dengan pelanggan sangat perlu untuk dibina termasuk pasca pembelian.

Salah satu cara menjaga hubungan pasca pembelian ini biasanya dengan meminta konsumen untuk memberikan review/ penilaian/ feedback/ testimoni, kritik, saran, dan sejenisnya, baik via telepon, chat, atau juga lewat kuesioner.

Baca juga: 13 Manfaat Digital Marketing Untuk Bisnis dan Usaha

4. Ruang Lingkup Kerja

Sales punya ruang lingkup kerja yang tidak begitu luas dan durasi kerjanya cenderung pendek, karena kembali lagi pada tujuan sales adalah menjual produk dan melakukan transaksi, yang kadang juga perlu sedikit meyakinkan calon pembeli untuk membeli produk yang ditawarkan.

Berbeda dengan marketing yang punya ruang lingkung lebih besar, dan dengan durasi kerja yang cenderung lebih panjang.

Marketing umumnya meliputi market research (riset pasar), public relations (menjaga hubungan baik dengan pelanggan), dan customer satisfaction (menjaga kepuasan pelanggan).

5. Prospek

Prospek sales adalah bekerja dengan prospek yang sudah ada atau sudah ditentukan oleh perusahaan lewat marketing. Sedangkan prospek marketing adalah terus mendapat/menciptakan prospek baru agar produk yang dijual tidak mudah tenggelam di tengahnya persaingan dan perkembangan zaman.

Jika dijabarkan, maka prospek dari sales adalah ‘menjemput’ target pasar untuk menawarkan layanan atau produk yang dijual dan mempengaruhi mereka agar membelinya. Sales juga bertugas memberikan informasi dari produk tersebut.

Sedangkan marketing, lebih fokus pada mengolah prospek baru seperti seperti siapa target pasar selanjutnya, menjangkau lebih banyak target pasar, dll.


Berdasarkan berbagai penjelasan di atas, secara singkat bisa dikatakan bahwa sales merupakan kegiatan penjualan sementara marketing lebih mengarah pada strategi untuk meningkatkan penjualan tersebut.

Jadi agar tim sales/penjualan bisa mencapai target penjualan yang sudah ditentukan dan agar sales bisa melakukan tugasnya dengan baik, dibutuhkanlah tim marketing yang bisa melakukan analisis pasar dan mengidentifikasi keinginan serta kebutuhan dari target pasar.

Lalu pertanyaan yang sering diajukan adalah “Apakah harus fokus pada penjualan atau pemasaran?” Kalau kamu ingin punya bisnis/ usaha yang cepat berkembang, bisa bertahan di tengah ketatnya persaingan, dan berumur panjang, maka gunakan sales dan marketing secara bersamaan.

Bayu Kurniawan

SEO Specialist di Komerce, berpengalaman lebih dari 4 tahun dalam SEO dan sangat tertarik pada digital marketing.

Tinggalkan komentar

Subscribe to Our Newsletter

Kamu ingin meningkatkan penjualan bisnis? Dapatkan tips terbaru dari komerce.