facebook-viewcontent

5 Cara Memahami Perilaku Konsumen untuk Meningkatkan Penjualan

Perilaku konsumen – Seorang konsumen pada umumnya pasti melakukan hal dasar berupa perilaku konsumen. Perilaku konsumen sendiri merupakan sesuatu yang dilakukan setiap individu atau kelompok lain dalam membuat keputusan membeli barang / jasa. Anda pun perlu tahu mengenai cara memahami perilaku konsumen agar penjualan meningkat

Para pebisnis juga akan akan lebih mudah memahami tentang keputusan seorang konsumen mengenai puas atau tidak melalui perilaku yang ditunjukkannya. Kegiatan yang ada di dalam perilaku konsumen pun juga mempunyai hubungan sangat erat mengenai kegiatan jual beli barang / jasa.

Pengetahuan mengenai perilaku konsumen pun perlu diketahui, karena merupakan salah satu pedomanan dalam menjalankan bisnis yang dilihat dari perspektif pegawai. Anda sendiri harus paham tentang perilaku konsumen, maka Anda juga disarankan untuk lebih memahami perilaku tersebut. Simak uraian selengkapnya di bawah ini.

5 Cara Memahami Perilaku Konsumen yang Benar dan Mudah

cara memahami perilaku konsumen

Jika ingin mencapai suatu tujuan, Anda perlu mengetahui cara untuk meraih kesuksesan tersebut. Hal ini juga berlaku pada penjualan produk. Apabila Anda ingin penjualan produk meningkat, maka pahami dahulu perilaku konsumen. Berikut ulasan selengkapnya ada di bawah ini.

1. Mengetahui Sasaran Konsumen

Manusia memang banyak diberi kemudahan dalam berbagai sektor bidang kehidupan, apalagi di zaman serba digital seperti pada saat ini. Tidak hanya itu saja, segmen konsumen juga mulai lebih spesifik.

Jika Anda ingin mengetahui siapa konsumen Anda secara tepat dan supaya bisa memahami perilaku konsumen dengan jelas. Selain itu, Anda dapat mengetahui konsumen yaitu melalui psikografis dan demografis konsumen.

Salah satu contohnya yaitu dengan membangun produk kesukaan konsumen. Buat beberapa pertanyaan relevan mengenai konsumen Anda, atau bisa juga dengan bertanya ke diri sendiri sebanyak-banyaknya. Pertanyaan tersebut misalnya seperti:

  • Apakah Anda berencana pergi liburan akhir tahun?
  • Seberapa sering Anda berlibur?
  • Apakah mereka mempunyai rumah sendiri?

Berikut adalah beberapa contoh yang perlu diketahui:

  • Seorang wanita lajang berusia 32 tahun tinggal di apartemen mewah kota Jakarta, serta menghasilkan gaji sebanyak lebih dari 120 juta rupiah.
  • Sepasang pasangan suami istri berusia 30-an tanpa ada anak yang tinggal di Bandung.
  • Ibu muda dengan 2 anak tinggal di kota Surabaya, memiliki penghasilan keluarnya dengan total kurang dari 80 juta rupiah setiap tahunnya.
  • Sepasang pensiunan yang berusia 70 tahun tinggal di kota Yogyakarta, mempunyai 6 cucu dan pendapatan tetap berasal dari pemerintah.

2. Mengenali Keinginan Konsumen

Hal utama supaya dapat memahami perilaku konsumen yaitu mengetahui kebutuhan dan keinginannya. Konsumen Anda pun pasti mempunyai keinginan dan kebutuhannya. Mereka akan merasa senang dalam mau menerima informasi apa saja, untuk membantu masalahnya.

Mulai dari masalah bisnis, tips menjalankan gaya hidup yang sehat, maka konsumen dapat mencari hal-hal tersebut. Anda bisa membuat konten untuk kebutuhan konsumen, dengan memahami dan mengetahui tentang apa yang sedang diperhatikan / dijaga.

Anda pun dapat masuk dan membuat pemahaman mengenai produk Anda untuk bisa menyelesaikan masalah konsumen, pada saat Anda sudah mulai terlibat informasi konten yang diberikan. Sehingga kunci utamanya yaitu mencari tahu keinginan konsumen.

Baca juga: 7 Tipe Konsumen dan Cara Menghadapinya agar Pelayanan Maksimal

3. Mencari Informasi Tentang Persepsi Konsumen Terhadap Produk Anda

Anda bisa memahami bagaimana perilaku konsumen salah satunya dengan cara melakukan sebuah survei. Dengan begitu maka Anda akan memperoleh insight dan feedback yang bermanfaat untuk dianalisis.

Sehingga dengan mengetahui informasi di atas para pelaku bisnis akan sangat berguna yaitu untuk menutup kesalahan produk yang dimilikinya. Anda bisa memakai hasil yang diperoleh dari hal ini, dipakai untuk menyesuaikan cara melakukan komunikasi dengan konsumen di lapangan.

Anda juga bisa mengetahui tentang pengalaman dan apa saja keluhan dari konsumen tersebut terhadap suatu produk yang diproduksi oleh bisnis Anda. Selain itu, Anda bisa mencari informasi dengan bertanya mengenai:

  • Alasan beralih ke kompetitor lainnya
  • Apa alasan yang mendasari mereka menjadi konsumen loyal suatu produk?

Cukup gunakan tools untuk survei seperti Google Form, Surveymonkey2, serta form secara online menggunakan media sosial.

4. Pahami Jenis Konten yang Disukai Oleh Konsumen

Anda selanjutnya akan mengetahui bidang pemasaran suatu produk, khususnya pada content marketing. Content marketing sendiri bisa bermanfaat untuk melakukan konversi konsumen tersebut, untuk memakai produk dan meningkatkan penjualan pada bisnis Anda.

Anda juga bisa mencoba membuat konten yang sekiranya bermanfaat bagi para konsumen yang melihat konten tersebut, karena hal itu bisa membantu mereka mendapatkan informasi. Kemudian setelah mereka merasa bahwa Anda bisa dipercaya dalam memberikan informasi relevan.

Maka selanjutnya Anda bisa menyisipkan berbagai informasi mengenai produk Anda, dan bisa dipakai untuk mengatasi masalahnya. Sehingga hal itu bisa dikatakan sebagai suatu content marketing yang dikonversi menjadi penjualan pada saat ini.

Baca juga: Cara Membangun Hubungan dengan Pelanggan

5. Membuat Analisa Proses Pembelian Konsumen Terhadap Produkmu

Cara terakhir untuk memahami tentang perilaku konsumen yaitu menjadikan diri Anda mempunyai peran layaknya seperti konsumen pada umumnya. Anda dapat melihat bagaimana cara konsumen untuk memutuskan sampai dengan berakhirnya untuk membeli produk milik Anda.

Hal itu juga termasuk tentang bagaimana seorang konsumen tahu informasi mengenai produk yang Anda buat sejak awal. Anda bahkan bisa menilai apakah transaksi konsumen berjalan dengan mulus atau tidak.

Kemudian, bagaimana pengalaman konsumen pada setiap kali mengakses atau membeli produk milik Anda? Anda perlu melakukan peninjauan dan menganalisa tentang bagaimana perjalanan konsumen mendapatkannya, sebaiknya hal itu hanya dilakukan sebanyak 1 kali dalam setahun.

Setelah paham perilaku konsumen produk Anda, maka ada kemungkinan untuk meningkatkan penjualan produk.

Kemudian setelah mendapatkan peningkatan penjualan produk, tentunya Anda akan membutuhkan modal tambahan untuk memenuhi biaya produksi dan dan hal lainnya berkaitan dengan produksi. Maka Anda dapat mencoba membuktikan bahwa memahami perilaku konsumen bisa meningkatkan penjualan suatu produk.

customer service komtim
Nanda

Nanda adalah content specialist di Komerce. Nanda ingin terus berbagi pengalamannya melalui artikel-artikelnya di blog Komerce. Memastikan Anda mendapatkan pengalaman-pengalaman baru tentang dunia customer service dan e-commerce.

Satu pemikiran pada “5 Cara Memahami Perilaku Konsumen untuk Meningkatkan Penjualan”

Tinggalkan komentar