8 Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Salah satu kunci sukses berbisnis atau berwirausaha adalah mengenal karakter konsumen yang bermacam-macam. Konsumen menjadi salah satu hal penting yang patut dipahami oleh pengusaha. Sebab, ada faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen sebelum membeli produk.

Bagaimana pun karakter seorang konsumen, pengusaha harus melayani para customer tersebut dengan ramah. Sangat penting melayani konsumen dengan baik agar bisnis sukses dan memiliki banyak pelanggan. Sayangnya, tidak semua konsumen bisa baik seperti yang kita harapkan.

Tidak sedikit dari konsumen yang sering bertingkah merepotkan dan cenderung merugikan para pengusaha. Hal seperti ini yang sangat penting untuk dipelajari seorang pengusaha agar siap menghadapi berbagai risiko.

8 Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Berikut 8 faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yang sering dijumpai selama ini.

1. Kebudayaan

Kebudayaan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku atau sifat pada konsumen. Kebudayaan merupakan kebiasaan yang diciptakan manusia secara turun temurun. Kebudayaan atau kebiasaan masyarakat ini yang mempunyai peran penting terhadap perilaku konsumen karena seseorang cenderung akan mengikuti budaya di daerah tempat tinggalnya.

Misal pada satu daerah tertentu ada sebuah kelompok atau suku yang hidup bersama selama bertahun-tahun. Biasanya, mereka memiliki kebiasaan yang identik dan sama. Sebelum terjun ke masyarakat, lebih baik pengusaha menguasai dulu karakter mayoritas masyarakat di sekitar tempat usaha.

Mengenali kebudayaan pada daerah usaha bisa dilakukan dengan berbagai cara. Seperti dengan melakukan observasi sebelum mendirikan bisnis. Cara lain yakni dengan bercengkrama dengan warga sekitar atau seorang pengusaha bisa merekrut karyawan dari daerah tersebut dan menanyakan lebih detail tentang kebudayaan setempat.

2. Keluarga

Keluarga inti yang terdiri dari bapak, ibu, dan anak ini juga menjadi salah setu faktor yang dominan mempengaruhi perilaku konsumen. Artinya, kelompok paling kecil dalam kehidupan seorang konsumen itu dapat memiliki pengaruh besar terhadap kebiasaan sehari-hari.

Keluarga mempunyai peran cukup besar dalam pembentukan sikap dan perilaku seorang konsumen dalam membeli sebuah produk. Seperti contoh apabila seseorang yang sudah memiliki anak pasti akan memikirkan untuk membeli barang yang cocok untuk anaknya.

Berbeda dengan konsumen jika seorang remaja, maka akan lebih cenderung membeli produk yang mengikuti perkembangan zaman. Mengenali segmentasi pasar ini menjadi salah satu cara pengusaha agar bisa melejitkan bisnisnya. Sebab, konsumen yang puas akan datang beberapa kali ke tempat usaha yang sama.

3. Kelompok Sosial atau Komunitas

Kelompok sosial atau komunitas di segmentasi konsumen turut mempengaruhi perilaku dan kebiasaan konsumen produk. Kelompok sosial merupakan kesatuan sosial yang dijadikan konsumen untuk berinteraksi dengan orang lain. Hal ini menjadi faktor yang mempengaruhi konsumen selain dari keluarga dan kebudayaan.

Mengenali kelompok sosial atau komunitas konsumen juga patut diperhitungkan bagi pengusaha. Apalagi pengusaha tersebut merupakan pendatang baru di wilayah tersebut. Sebab kelompok sosial ini juga menjadi salah satu faktor yang membentuk perilaku konsumen.

Komunitas bisa menjadi suatu kelompok referensi yang menjadi ukuran seseorang untuk membentuk kepribadian dan perilaku. Kelompok tersebut berpengaruh karena beberapa konsumen akan membeli suatu produk jika ada satu teman kelompoknya yang beli.

4. Ekonomi

Kondisi ekonomi konsumen sangat berpengaruh terhadap perilaku pengambilan keputusan dalam membeli produk. Jika konsumen memiliki uang lebih banyak, praktis dia akan memilih produk berkualitas dan tak peduli dengan harga yang lebih mahal.

Sebaliknya, jika konsumen sedang tidak memiliki uang maka konsumen akan memilih produk yang harganya cenderung lebih murah. Konsumen dengan keadaan ekonomi menengah ini juga akan sering mencari produk yang berdiskon dan tidak akan terlalu mementingkan kualitas.

Dari dua kategori segmentasi konsumen tersebut, seorang pengusaha dapat memilah sendiri barang produksinya. Agar mendapat konsumen yang lebih banyak, pengusaha dapat menyediakan dua kategori produk tersebut. Jadi, bisa menyediakan produk dengan kualitas biasa, sedang, hingga terbaik.

5. Branding Produk

Produk bisa menjadi terkenal apabila memiliki banding yang baik. Branding dapat menjadi faktor motivasi yang mempengaruhi perilaku konsumen untuk berbelanja. Motivasi adalah kegiatan dalam diri seseorang yang mendorong untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu yang berguna untuk mencapai suatu tujuan.

Produk yang memiliki branding baik akan mendatangkan konsumen lebih banyak daripada produk dengan branding buruk. Sebagian konsumen akan memandang sebuah produk dari merk atau tingkat ketenaran produk tersebut. Biasanya merk atau brand dengan kualitas yang baik akan lebih mudah dikenal.

Baca juga: Cara Memahami Perilaku Konsumen

6. Persepsi Konsumen

Persepsi merupakan hasil penafsiran seseorang terhadap kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap informasi tersebut. Saat konsumen menerima persepsi baik mengenai suatu produk, maka dia akan memiliki persepsi bahwa produk tersebut baik dan akan mencoba produk tersebut.

Persepsi ini akan berpengaruh terhadap sikap konsumen untuk membimbing tingkah laku orang tersebut. Bagaimana sikap seseorang terhadap produk atau merek mempengaruhi tindakan membeli atau menggunakan produk atau merek tersebut.

7. Pengaruh Media

Pengusaha dapat menguatkan branding usaha miliknya melalui berbagai cara. Antara lain melalui media massa seperti televisi, koran, radio, atau media lainnya. Tak kalah penting juga untuk menggandeng para pegiat media sosial. Antara media massa dan media sosial sama-sama penting untuk penguatan produk.

Apa yang dikenalkan melalui media biasanya melekat ke pikiran seorang konsumen. Misal produk kendaraan bermotor dikenalkan melalui iklan media terkenal dengan kecepatan dan irit bahan bakar, maka konsumen akan percaya. Opini yang dibawa media ini sangat penting dalam mempengaruhi perilaku konsumen terhadap produk.

Media massa dan media sosial dapat menjaring konsumen baru yang sebelumnya belum pernah mengenal produk Anda. Tak hanya itu, media juga menjadi faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen agar kembali belanja produk Anda.

8. Kualitas Produk

Terlepas dari semua kebiasaan konsumen, kualitas produk juga menjadi kunci penting untuk mendapat pelanggan. Dengan kualitas bagus, konsumen bisa datang untuk membeli produk lebih dari satu kali. Biasanya konsumen akan memaklumi harga produk tersebut mahal apabila sesuai dengan kualitas yang diberikan.

Meskipun pengusaha sudah mengeluarkan banyak uang untuk beriklan atau branding produk, konsumen tidak akan datang untuk membeli produk kedua kali apabila kualitas buruk. Sebelum memasarkan produk, seorang pengusaha lebih baik mengukur kualitas produknya agar seimbang dengan harga yang dijual.

Baca juga: Pengertian Perilaku Konsumen


Nah, setelah mengetahui 8 faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, diharapkan para pengusaha lebih teliti lagi saat akan merintis atau melangsungkan bisnis. Sebagian besar pelaku usaha yang gagal berbisnis karena tak memahami perilaku dan tindakan mayoritas konsumen di tempat bisnis tersebut.

Dengan mengetahui perilaku konsumen, pengusaha dapat mengambil respons atas sikap yang diambil para konsumen. Perasaan suka atas suatu produk dan pelayanan tempat usaha dapat mendorong seseorang untuk membeli. Sebaliknya, perasaan tidak suka akan membuat seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.

Bayu Kurniawan

SEO Specialist di Komerce, berpengalaman lebih dari 4 tahun dalam SEO dan sangat tertarik pada digital marketing.

Tinggalkan komentar

Subscribe to Our Newsletter

Kamu ingin meningkatkan penjualan bisnis? Dapatkan tips terbaru dari komerce.