10 Cara Merekrut Customer Service yang Berkualitas

Perusahaan Anda butuh customer service berkualitas? Rekrutlah dengan cara tepat, apalagi posisi tersebut sangat penting untuk membangun citra baik perusahaan. Merekalah nantinya yang menjadi casing perusahaan untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan.

Jika dibandingkan dengan jabatan lainnya dalam sebuah perusahaan, customer service sebenarnya punya kriteria khusus yang wajib dipenuhi oleh pelamar pekerjaan. Makanya, Anda perlu melakukan perekrutan dengan tips berikut ini.

10 Tips Mudah Rekrut Customer Service yang Tepat dan Berkualitas

cara merekrut customer service
sumber pixabay.com

Jika Anda berniat mencari karyawan untuk posisi customer service, contoh customer service perbankan atau jasa pengurusan dokumen. Maka sangat tepat untuk melakukan 10 tips hebat ini, yang sudah berhasil mempertemukan berbagai perusahaan dengan kandidat karyawan kompeten pada posisi tersebut.

1. Cara Merekrut yang Unik

Mencari karyawan, tak melulu harus membuat pengumuman di media cetak atau media lainnya. Anda bisa melakukan cara beda, supaya bisa menemukan kandidat terbaik. Misalnya, melalui komunitas customer service.

Bisa juga dengan membuat rangkaian kuis khusus untuk diikuti oleh calon karyawan, seperti yang pernah dilakukan Google saat merekrut programmer.

Buat menarik dengan prosedur kuis yang berhubungan dengan customer service, sehingga Anda bisa lebih puas dengan pelamar yang terjaring pada kuis tersebut.

2. Seleksi CV

Untuk posisi yang satu ini, memang bisa dihuni oleh latar belakang pendidikan apapun. Tapi, Anda bisa mengerucutkannya dengan kualifikasi berdasarkan latar belakang pendidikan. Yaitu, yang merupakan alumni jurusan ilmu komunikasi dan sejenisnya.

Bisa juga menambahkan, pengalaman kerja di bidang yang sama selama beberapa tahun. Jadi, akan lebih mudah mencari yang terbaik ketimbang memberikan kualifikasi umum, dimana Anda hanya akan menghabiskan banyak waktu untuk membaca berkas lamaran.

3. Psikotes Itu Penting

Kenapa penting? Melalui psikotes, setidaknya Anda bisa mengetahui setinggi apa tingkat kecerdasan seorang pelamar. Jadi, akan memudahkan untuk memilih mana yang bisa lanjut ke tahap rekrutmen selanjutnya dan mana yang harus berhenti sampai tes tersebut.

Buat perusahaan skala kecil atau menengah, tentu bisa mencari sendiri bahan tes ini melalui berbagai media seperti situs-situs rekrutmen.

Tapi, jika Anda punya anggaran yang cukup maka tak ada salahnya untuk melibatkan recruiter yang berpengalaman. Sehingga, untuk urusan mencari karyawan bisa benar-benar sesuai kebutuhan perusahaan dan hasilnya akan lebih memuaskan.

Baca juga: Prinsip Customer Service yang Wajib Diketahui

4. Lakukan Tes Untuk Bidang Kerja

Calon karyawan yang sudah lulus tes psikotes, bisa lanjut untuk ikut tes berikutnya yaitu lebih spesifik pada bidang kerja tersebut. Sebagai contoh customer service di bidang jasa, maka Anda perlu memberikan materi soal terkait tugas dan fungsi posisi tersebut.

Mulai dari bagaimana mereka memecahkan masalah yang dialami pelanggan, hingga tugas wajib apa saja yang perlu dilakukan seorang CS.

5. Lakukan Tes Wawancara

Pada tes ini, jumlah kandidat pasti akan lebih sedikit. Alhasil Anda bisa langsung bertatap muka dan melihat langsung bagaimana cara mereka berpakaian, berbicara hingga menjawab pertanyaan yang diajukan.

Juga akan terlihat secara gamblang karakter para pelamar, jadi Anda harus sabar dan selektif saat memilih mana yang layak jadi karyawan.

Hal itu bisa dilihat ketika mereka menjawab pertanyaan, jika membuat Anda takjub walaupun dia masih fresh graduate tanpa pengalaman kerja sebelumnya.

6. Referensi Perusahaan Sebelumnya

Coba beri kandidat tersebut kesempatan, untuk menjelaskan sudut pandangnya tentang perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya.

Orang yang punya penilaian positif, walaupun mungkin ending kerjanya kurang menyenangkan di tempat kerjanya terdahulu maka dia patut diacungi jempol. Alasannya, mereka memiliki etika yang baik dan tidak mengumbar keburukan instansi tertentu.

Tapi, kalau kandidat justru memberikan referensi buruk dengan menjabarkan kebobrokan perusahaan tersebut artinya dia bukanlah sosok yang pantas jadi bagian perusahaan Anda.

Bayangkan saja, bagaimana reputasi kantor Anda ketika si kandidat resign dan menjelekkan perusahaan Anda yang akan berujung pada tercorengnya nama baik.

7. Buat SPK

Surat Perjanjian Kerja (SPK) sangat penting, fungsinya untuk memperjelas batasan tugas. Sekaligus nantinya menjadi acuan untuk meningkatkan gaji, penempatan CS, dan hak lain yang bisa dimilikinya.

Jika Anda baru pertama kali merekrut CS, tidak ada salahnya banyak bertanya pada pihak lain tentang cara membuat SPK yang benar. Bisa juga lewat berbagai media yang pastinya menghemat anggaran.

Baca juga: Gaji Customer Service di Indonesia

8. Perlunya Kompetisi

Kompetisi disini maksudnya adalah, menciptakan kompetisi antara kandidat yang sudah masuk kategori CS yang diinginkan. Jika ada beberapa orang, Anda bisa mulai kompetisi dengan memberikan masa percobaan selama 3 bulan.

Secara alami Anda akan mengetahui, mana yang lebih profesional dan mana yang terkesan sangat cuek dengan pekerjaannya. Di akhir kompetisi, pemenangnya adalah benar-benar sosok yang memenuhi kriteria karyawan.

Kompetisi ini juga bisa dilakukan secara berkala, bukan saja saat perekrutan. Fungsinya, tentu untuk melihat sejauh mana karyawan mengetahui tugas customer service adalah melayani pelanggan dengan sepenuh hati.

9. Menepati Janji Saat Perekrutan

Ketika sudah di tahap akhir perekrutan yaitu menerima karyawan yang menurut perusahaan adalah tepat, maka akan ada komunikasi tentang tugas pokok dan fungsi. Termasuk di dalamnya, hak-hak apa saja yang akan diberikan kepada karyawan tersebut.

Usahakanlah apa yang Anda sampaikan kepada karyawan baru bisa di tepati, bukan hanya janji kosong supaya mereka bisa bekerja giat. Contohnya, hak untuk mendapatkan gaji penuh setelah masa training tiga bulan.

Jika tidak, maka karyawan akan memberikan cap buruk kepada Anda dan perusahaan. Ujung-ujungnya, dia tidak akan puas bekerja dan bisa saja mengundurkan diri karena hak-haknya tidak dipenuhi.

Begitu juga ketika Anda menjanjikan jenjang karir yang jelas selama satu tahun ke depan, pastikan janji itu bisa ditepati. Sehingga karyawan bisa menjadi sosok yang loyal terhadap perusahaan dan juga bisa menepati janji bekerja keras, untuk kemajuan perusahaan.

10. Stop Nepotisme

Jangan pernah menerima karyawan karena kasihan dengan latar belakang kehidupannya, apalagi segan karena Anda memiliki kedekatan emosional dengannya. Kondisi tersebut akan membuat Anda tidak fair dalam menerima karyawan.

Bisa saja kualitas kandidat lain lebih baik dan Anda tidak menerimanya, sementara orang terdekat Anda ini kualitas kerjanya biasa saja. Alhasil, yang terkena dampak tentu perusahaan dimana akan banyak komplain akibat kinerja karyawan pilihan Anda yang tidak maksimal.

Walaupun nepotisme belum bisa dihapus, paling tidak mulailah dari diri Anda untuk melakukannya. Cara terbaik adalah, fokus mencari kandidat terbaik walaupun diantaranya terdapat kenalan bahkan saudara Anda. Ketika Anda fokus, maka hasil rekrutmen akan lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Baca juga: 12 Tips Menjadi Customer Service yang Baik


Mencari karyawan baru memang ibarat mencari pasangan, apalagi untuk posisi CS yang akan langsung berhadapan dengan pelanggan bisnis Anda. Salah rekrut akan sangat berdampak pada performa perusahaan secara keseluruhan.

Apakah sudah siap untuk melakukan rekrutmen customer service berkualitas? Dengan 10 tips di atas, maka Anda sudah berada pada posisi selangkah lagi menemukan yang terbaik. Tapi memang harus fokus, teliti, dan ekstra sabar. Semoga berhasil!

kolaborasi bersama komerce
Nanda

Nanda adalah content specialist di Komerce. Nanda ingin terus berbagi pengalamannya melalui artikel-artikelnya di blog Komerce. Memastikan Anda mendapatkan pengalaman-pengalaman baru tentang dunia customer service dan e-commerce.

Tinggalkan komentar