facebook-viewcontent

Hit and Run Artinya: Pengertian & Alasan Customer Melakukannya

Pengertian hit and run – Sebagai pengusaha online, istilah customer Hit and run merupakan istilah yang sangat sering digunakan. Dalam bisnis online, istilah ini digunakan untuk customer yang telah memberikan konfirmasi untuk membeli suatu produk, namun tidak melakukan pembayaran. Pasti customer ini cukup membuat seller kesal bukan?

Karena customer jenis ini banyak ditemui di setiap bisnis online, seller akan memberikan sanksi berupa daftar hitam (blacklist) untuk customer hit and run, apalagi jika customer ini tidak hanya melakukan aksinya satu kali, namun berkali-kali.

Sebenarnya ada banyak faktor mengapa customer melakukan hit and run, bisa karena ada faktor personal dari customer itu sendiri atau memang kebiasaan buruk yang sering ia lakukan. Namun, sebagai seller kita tidak mungkin untuk menelusuri satu persatu alasan customer melakukan hit and run.

Baca juga: 10 Cara Mengurangi Customer Hit And Run pada Bisnis

Pengertian Hit and Run

pengertian hit and run
sumber gambar: pixabay

Apa itu hit and run? Dalam bahasa Indonesia, pengertian hit and run adalah tabrak lari. Namun dalam bisnis, hit and run artinya kedatangan customer untuk membeli suatu barang namun tidak menyelesaikan transaksi hingga akhir. Melainkan justru menghilang tanpa konfirmasi.

Hit and run juga dapat diartikan konsumen yang tanya-tanya mengenai barang atau sudah memesan barang dan berjanji akan membayar pada waktu yang telah ditentukan, namun pada saat jatuh tempo tetap tidak membayar dan akhirnya menghilang tanpa konfirmasi. Ada juga yang sampai memblokir penjual agar tidak ditagih pembayarannya.

Hal ini secara garis besar dapat menimbulkan dampak kerugian yang bervariasi. Tergantung pada jenis bidang usaha dan produk atau jasa yang ditawarkan serta sistem yang digunakan. Maka, para pengusaha atau bisnis online wajib mempersiapkan taktik dalam mengatasi / mencegah customer demikian.

Sikap atau perilaku pembeli yang bertindak demikian seringkali membuat para penjual geram dan kecewa. Hal itu membuat banyak online shop melakukan kebijakan pemblokiran terhadap pihak-pihak yang hanya memperumit arus bisnis tanpa memberi kejelasan.

Motif yang mendasari tindakan Hit and Run oleh customer tidak bisa dipastikan dengan jelas. Namun pelaku usaha hanya dapat memberi analisa atau mengevaluasi hal-hal yang terjadi serta penyebab seseorang melakukan tindakan tersebut.

Terutama bagi sebuah perusahaan atau pihak pelayanan yang sudah berdiri sebagai toko besar. Biasanya akan diberlakukan kebijakan atau peraturan ketat terhadap nomor customer yang tidak komitmen dalam menuntaskan transaksi sesuai perjanjian.

Sebab jika tidak di jaring atau difilter secara khusus maka akan lebih banyak oknum yang berbuat sesukanya. Tanpa memperhatikan etika dan menghindari tanggung jawab yang seharusnya ditunaikan sebagai pembeli.

Itu tadi adalah pengertian hit and run, sekarang kita akan membahas tentang penyebab customer melakukan hit and run pada online shop atau usaha Anda.

Baca juga: Perbedaan Customer, Consumer, dan Client

7 Alasan Customer Melakukan Hit and Run

penyebab customer melakukan hit and run
sumber gambar: pixabay

Untuk meningkatkan penjualan atau pemasaran produk maka pebisnis harus siap menghadapi tantangan salah satunya terhadap customer Hit and Run. Selain mempelajari jenis pelanggan demikian, penting untuk mengetahui motif dibaliknya agar menjadi bahan pertimbangan dalam menetapkan peraturan toko. Nah, berikut ini adalah beberapa penyebab customer melakukan hit and run:

1. Penjual Menawarkan Produk Terlalu Banyak

Salah satu hal yang penting untuk diperhatikan oleh penjual yakni mengenal kebutuhan dan sasaran konsumen. Bahkan jika Anda memiliki variasi jenis produk yang beragam, maka jadilah lebih dalam informasi tentang pembeli yang mengunjungi toko.

Jika penjual memberikan penawaran terlalu banyak bahkan untuk berbagai produk yang sebenarnya tidak dibutuhkan konsumen. Maka hal tersebut dapat memicu pembatalan transaksi atau yang disebut dengan sikap melarikan diri dari pembeli.

2. Adanya Unsur Pemaksaan Kepada Konsumen

Sebagai penjual yang bersemangat tak sedikit orang-orang yang begitu antusias dalam menawarkan barang dagangannya. Namun hal ini kadang dilakukan secara berlebihan atau terlalu ambisius, sehingga memicu timbulnya perasaan enggan bagi pelanggan untuk menyelesaikan pembelian.

Oleh sebab itu lakukanlah promosi atau penyampaian informasi produk secara jelas dan menarik tanpa adanya unsur paksaan. Banyak dari pelanggan yang justru akan tertarik dengan adanya beberapa kalimat saja yang menjadi kata kunci iklan namun sangat mengena.

3. Kelalaian Customer

Sama dengan manusia pada umumnya customer juga memiliki sisi kekurangan. Misalnya saja lupa jika telah melakukan pemesanan suatu barang dan jasa. Oleh sebab itu tindakannya jadi terkesan seperti pembeli Hit and Run meski pada dasarnya pihak tersebut tidak bermaksud melakukan hal demikian.

Oleh sebab itu lakukanlah konfirmasi ulang untuk menanyakan perihal transaksi. Sampaikan pula batas waktu yang harus diingat oleh pembeli agar segera menyelesaikan tanggung jawabnya sebelum menerima barang. Cara penyampaian pun perlu dilakukan dengan halus dan sopan.

4. Memberikan Penawaran Khusus

Memberikan penawaran khusus bagi pelanggan termasuk pada strategi pemasaran yang juga menghindari dari adanya pembeli kabur. Penawaran selalu sukses mendapat perhatian dari masyarakat karena dinilai lebih menarik dan menguntungkan.

Penawaran yang dimaksud misalnya dengan promo berjangka, atau potongan harga pada pembelanjaan minimal. Penjual juga dapat melakukan inovasi kreatif lainnya sebagai bentuk penawaran yang membuat pelanggan tetap terikat baik hati dan pikirannya serta perbuatannya untuk bertransaksi.

5. Miss Communication

Penyebab lain yang memicu terjadinya pelanggan kabur yakni karena misscommunication atau kesalahpahaman. Kondisi ini umumnya disalahartikan oleh kedua belah pihak, baik penjual menganggap salah pembeli maupun sebaliknya. Oleh sebab itu penjual harus aktif serta membuat sistematika komunikasi yang transparan.

Misalnya dengan melakukan konfirmasi ulang berupa varian item yang dibeli beserta jumlah harganya. Konfirmasi batas maksimal transfer atau pembayaran, waktu pengiriman dan lain sebagainya. Bahkan Anda juga harus aktif dalam menanyakan kelanjutan pemesanan hingga sampai pada keputusan final.

6. Ada Produk Lain yang Serupa Dengan Harga Lebih Murah

Faktor ini menjadi penyebab yang paling umum terjadi, terlebih pada sebuah marketplace yang menggabungkan berbagai toko dalam satu wadah. Secara etika hal ini tentu dianggap kurang tepat, karena adanya sebelah pihak yang merasa dikecewakan.

Namun penjualan bijak untuk akan berlapang hati menerima berbagai kriteria pelanggan serta memperbaiki sistem dan peraturan kebijakan untuk langkah selanjutnya.

7. Faktor Lain dari Pelanggan

Selain beberapa penyebab yang sudah dijelaskan di atas, masih terdapat satu kualifikasi yang menggolongkan berbagai alasan konsumen dalam satu wadah. Maksudnya adalah faktor lain yang tidak diketahui oleh penjual serta menjadi motif tersendiri bagi pembeli.

Misalnya saja pelanggan yang beralasan hanya ingin bertanya-tanya atau mengetahui produk namun tak berniat untuk membeli, meskipun perkataan sebelumnya sudah jelas akan memesan. Satu-satunya hal untuk menegaskan tipikal demikian yakni melalui peraturan toko.

Baca juga: 7 Tipe Konsumen dan Cara Melayaninya


Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pelanggan Hit and Run artinya adalah pihak pembeli yang telah memesan namun menghilang begitu saja. Dalam artian tidak kunjung melakukan pembayaran meski penjual telah menantikan konfirmasi tersebut.

Banyak faktor yang melatarbelakangi adanya tindakan Hit and Run oleh pelanggan. Bahkan hal tersebut seringkali tak terduga atau tidak terprediksi oleh penjual. Sehingga para pebisnis online harus melakukan strategi misalnya dengan menetapkan peraturan dan kebijakan toko atau penawaran khusus.

Demikian informasi tentang “Hit and Run Adalah: Pengertian & Alasan Customer Melakukannya”. Semoga informasi ini dapat menjadi pelajaran serta pengetahuan bagi penjual agar dapat mengantisipasinya sehingga jadi closing.

Bayu Kurniawan

SEO Specialist di Komerce, berpengalaman lebih dari 4 tahun dalam SEO dan sangat tertarik pada digital marketing.

2 pemikiran pada “Hit and Run Artinya: Pengertian & Alasan Customer Melakukannya”

Tinggalkan komentar