facebook-viewcontent

10 Cara Mengurangi Customer Hit And Run pada Bisnis

Cara Mengurangi Customer Hit and Run – Dengan adanya sistem penjualan online melalui bantuan teknologi digital. Maka semakin banyak peluang bisnis yang terbuka serta kemudahan akses pembelian barang. Meski demikian hal ini juga memicu timbulnya risiko seperti customer dengan tipikal Hit and Run yang dapat merugikan pihak penjual.

Meski secara khusus resiko tersebut tidak dapat 100% dihindari, akan tetapi penjual perlu melakukan trik dan strategi khusus dalam mengikat pembeli. Bahkan munculnya customer yang diibaratkan hanya memberi harapan palsu seringkali tidak disangka.

Datang dan perginya pun bisa menghampiri toko dalam skala besar maupun kecil, serta baru ataupun profesional. Hal ini tentu akan merepotkan terlebih jika barang sudah dipersiapkan dan hanya tinggal menunggu konfirmasi pembayaran. Namun pembeli Justru tak kunjung memberi sambutan tersebut.

Baca juga: Hit And Run Artinya: Pengertian & Alasan Customer Melakukannya

Tips dan Cara Mengurangi Customer Hit and Run

customer hit and run
sumber gambar: medium.com

Sebagai seller, kamu tidak mungkin untuk mencari satu persatu alasan customer melakukan hit and run. Yang bisa dilakukan adalah mengurangi kemungkinan customer melakukan hit and run. Nah, Bagaimana caranya? Berikut ini 10 cara mengatasi customer hit and run:

1. Jangan Terlalu Hard Selling

ketika customer datang ke toko kamu dan menanyakan produk yang dijual, usahakan untuk memenuhi keinginannya terlebih dahulu daripada berusaha untuk menjual produk kamu sebanyak-banyaknya.

Sebagai penjual, tentu saja ada keinginan untuk menawarkan berbagai macam produk yang kamu jual. Namun hal itu dapat membuat customer merasa seperti dipaksa untuk memborong berbagai produk, padahal yang ia butuhkan tidak sebanyak itu.

Jadi, fokuslah dengan apa yang dibutuhkan oleh customer, setelah hal itu selesai baru kamu bisa menawarkan produk lain.

2. Jangan Memberikan Pilihan yang Sulit

masih berhubungan dengan point sebelumnya, ketika customer datang kamu jangan langsung menawarkan berbagai macam produk yang kamu jual. Hal ini akan membuat customer kebingungan untuk memilih. Customer yang kebingungan dalam menentukan pilihan akan meninggalkan kamu begitu saja, padahal mereka merupakan customer potensial.

3. Mengingatkan Customer

Jika customer belum melakukan pembayaran setelah konfirmasi pesanan dalam waktu yang lama, kamu bisa mengingatkan mereka. mungkin saja mereka lupa karena banyaknya hal yang harus dilakukan, atau setidaknya kamu mendapatkan kepastian untuk pembelian mereka.

Di sini kamu hanya sekedar mengingatkan namun tidak memaksanya untuk segera melakukan pembayaran. Maka dari itu, gunakanlah bahasa yang sopan dan tidak mendesak mereka untuk melakukan pembelian.

4. Membuat Urgensi

Point ini bisa dibilang masih berhubungan dengan mengingatkan customer. Jika pada point sebelumnya kita mengingatkan untuk pembayaran saja, pada poin ini kita menambah kata-kata yang bersifat urgent seperti:

“Halo kak, barang yang kakak pesan stoknya sudah menipis. Apakah kakak jadi membeli barang itu?

Jika customer membatalkan pembelian, ucapkan terimakasih atas konfirmasinya dan pastikan kamu akan mengabarkan jika ada restock atau produk baru. Selein itu, kamu tetap bisa menjalin hubungan baik dan menjadikan customer tersebut sebagai database untuk penjualan produk selanjutnya.

5. Menumbuhkan Minat Beli

Cara mengatasi pelanggan hit and run selanjutnya adalah dengan menumbuhkan minat beli. Pelanggan yang membeli di toko kamu pasti memiliki alasan tersendiri dengan apa yang mereka pilih. Entah karena harga yang bersaing, benefit yang didapatkan, maupun pelayanan yang memuaskan.

Tumbuhkan minat beli customer dengan memaksimalkan potensi yang bisa mendatangkan pembelian. cara paling mudah adalah dengan memaksimalkan pelayanan agar mereka merasa betah ketika berbelanja di toko kamu.

6. Menyapa Customer dengan Akrab

Sapalah customer kamu dengan sapaan yang akrab. Kamu bisa menggunakan kata panggilan seperti “kak”, “bunda”, “say” dan sebagainya yang disesuaikan dengan customer kamu.

Jika customermu belum melakukan pembayaran untuk waktu yang lama, kamu bisa menyapa dengan akrab. Sebagai contoh, kamu bisa menggunakan kalimat ini:

“Selamat siang bunda, pesanan berupa selimut anak berwarna biru sudah kami siapkan ya. ditunggu pembayarannya bunda, agar bisa segera kami kirimkan melalui ekspedisi ☺️”

7. Memberikan Promo Khusus

Promo memang selalu dapat menarik orang agar berbelanja di toko kamu. Buatlah promo-promo yang dapat menarik orang untuk melakukan transaksi. Kamu juga bisa menyertakan benefit-benefit yang didapatkan ketika berbelanja di tokomu atau mendaftar sebagai member.

8. Jangan Langsung Blacklist

Jika customer tidak juga melakukan pembayaran, jangan buru-buru untuk melakukan blacklist. Kamu bisa menunggu selama 1×24 jam dan menginformasikan kepada customer bahwa kamu tidak bisa menahan produk tersebut selama lebih dari 24 jam.

Jika customer tersebut batal melakukan pembelian, kamu bisa menginformasikan bahwa produk tersebut akan dijual kembali. Dengan begitu, kamu tidak akan kehilangan calon customer dan bisa menambah database.

9. Mengirim Foto Produk

Setelah customer melakukan konfirmasi pembelian, kamu bisa mengirimkan foto produk yang sudah siap untuk dikirimkan. Dengan begini, customer akan tahu jika produk tersebut sudah dikemas. Ketika kamu mengirimkan foto, jangan lupa untuk menginformasikan barang sudah siap dan nominal uang yang harus dibayarkan.

10. Berbagi Tips dan Informasi

Cara mencegah customer hit and run selanjutnya adalah dengan rajin membagikan tips dan informasi untuk menambah wawasan customer. jangan lupa untuk menyimpan kontak customer sebagai database. Jika mereka batal melakukan pembelian, kamu dapat menggunakan database tersebut untuk membagikan tips dan informasi produkmu kepada mereka.

Dengan memberikan tips dan informasi produkmu, customer tersebut akan selalu mengingat produk kamu. Jika suatu saat mereka kembali membutuhkan produk kamu, mereka akan menghubungi kembali.


Mendapatkan customer hit and run memang sangat tidak menyenangkan. Kamu sudah meluangkan waktumu untuk menjelaskan berbagai hal namun tidak berbuah pembelian. Customer jenis ini memang akan selalu ada di dunia bisnis online.

Untuk mengurangi customer hit and run, kamu bisa mengikuti tips-tips di atas. Jika customer kamu tetap tidak melakukan pembayaran, berarti itu memang tidak berjodoh dengan tokomu. Tapi setidaknya, kamu telah memiliki database customer baru.

Nanda

Nanda adalah content specialist di Komerce. Nanda ingin terus berbagi pengalamannya melalui artikel-artikelnya di blog Komerce. Memastikan Anda mendapatkan pengalaman-pengalaman baru tentang dunia customer service dan e-commerce.

Tinggalkan komentar