facebook-viewcontent

11 Perbedaan Pemasaran Online dan Offline

Perbedaan Pemasaran Online dan Offline – Pemasaran adalah kegiatan untuk memperkenalkan, menginformasikan, dan menyampaikan nilai suatu produk yang bertujuan untuk menciptakan pembelian atas produk yang dipasarkan dan menambah keuntungan. Dengan dilakukan kegiatan pemasaran, konsumen akan mengenal produk kamu dan mendapatkan kepuasan dari produk tersebut.

Kegiatan pemasaran sangat dibutuhkan oleh setiap bisnis. Ini karena tujuan akhir dari bisnis adalah terciptanya pembelian dan keuntungan. Dengan strategi pemasaran yang tepat, pelanggan akan terus menerus membeli produk yang kamu jual. Itulah mengapa dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat agar produk kamu tetap ada sebagai pilihan pelanggan.

Baca juga: 20 Keuntungan Bisnis Online yang Perlu Diketahui

Perbedaan Pemasaran Online dan Offline

Ada dua jenis pemasaran, yaitu pemasaran online dan offline. Pemasaran online adalah kegiatan pemasaran yang dilakukan melalui media daring. Pemasaran online dianggap sebagai model pemasaran modern karena mengandalkan perkembangan teknologi informasi.

Sedangkan pemasaran offline lebih dikenal sebagai pemasaran konvensional. Pemasaran ini mengandalkan media massa untuk menyampaikan informasi. Tujuan pemasaran offline lebih banyak untuk meningkatkan awareness brand kamu. Pemasaran jenis ini juga masih banyak digunakan oleh brand.

Tak hanya terbatas pada pengertian di atas, pemasaran online dan offline juga memiliki berbagai perbedaan mendasar. Berikut ini perbedaan pemasaran online dan offline yang perlu kamu ketahui:

1. Jumlah Modal

Jumlah modal yang dikeluarkan oleh kedua model pemasaran tersebut berbeda cukup signifikan. Untuk pemasaran offline akan menghabiskan budget lebih besar karena menggunakan media massa sebagai media kampanye. Sebagai contoh, harga untuk satu kali tayangan iklan di acara televisi mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Sedangkan dalam pemasaran online, budget yang dikeluarkan tidak sebesar pemasaran konvensional karena dilakukan melalui media daring. Meskipun dilakukan melalui iklan digital (FBAds, Google Ads, TikTok Ads, Twitter Ads, dan sebagainya), budget yang dikeluarkan tidak sebanyak iklan di media massa. Dalam pemasaran online, brand harus mengkombinasikan strategi iklan, optimasi media sosial, SEO, website, dan lain-lain yang tidak banyak menghabiskan anggaran pemasaran dengan hasil yang sama.

2. Jangkauan Pemasaran

Jangkauan pemasaran kedua metode pemasaran ini berbeda. Jika pada pemasaran offline jangkauan pemasarannya sangat terbatas karena dibutuhkan kehadiran fisik dari seseorang yang berperan sebagai sales atau media fisik untuk publikasi produk yang dipasarkan. Alhasil, terpaan hanya terjadi pada mereka yang merasakan kehadirannya secara fisik.

Sedangkan pemasaran online dilakukan melalui media internet, di mana orang dapat mengakses bahkan tanpa harus bertemu dengan pihak yang memasarkan. Pemasaran online dapat didapatkan melalui media sosial ataupun media daring lainnya. Jangkauan dari pemasaran ini tak terbatas, bahkan bisa sampai ke luar negeri.

3. Waktu

Pemasaran digital sangat terikat dengan waktu, di mana pesan akan tersampaikan hanya ketika brand menjalankan kampanye. Misalnya, penyebaran informasi akan terjadi ketika sales menawarkan produknya atau membagikan brosur yang berisi informasi brand.

Sedangkan pemasaran digital akan terus berjalan bahkan ketika brand tidak melakukan aktifitas apapun. Itu karena pemasaran digital terus berjalan selama content masih berada di internet. Orang bisa mengakses kapanpun content marketing tanpa brand harus bergerak sendiri.

4. Sistem Pemasaran

Sistem pemasaran online tidak membutuhkan berbagai hal yang rumit seperti mencetak brosur, menyiarkan secara langsung, bertemu tatap muka dan sebagainya yang pasti memakan banyak budget dan tenaga.

Sedangkan pada sistem pemasaran offline membutuhkan marketing kit berupa fisik seperti brosur, baliho, videotron, dan sebagainya. Tak hanya itu, pemasaran offline juga membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit, karena kampanye harus dilakukan secara langsung.

5. Jenis Produk

Untuk menampilkan jenis produk pada pemasaran offline, penjual harus menampilkan pada bukti fisik atau bahkan menampilkannya secara langsung kepada pembeli. hal ini bertujuan agar pembeli dapat mengetahui produk yang akan dibeli secara detail.

Sedangkan pada pemasaran online, produk cukup ditampilkan melalui gambar dengan disertai deskripsi yang mendukung. Ingin menampilkan lebih detail? Penjual bisa membuat content video agar pembeli dapat melihat detail dari produk kamu.

Baca juga: 20 Kekurangan Bisnis Online Yang Perlu Anda Ketahui

6. Jumlah Produk

Pada bisnis offline, penjual tidak dapat menampilkan jumlah produk kecuali jika sudah menghitung stok. Hal ini sedikit menyulitkan ketika pembeli ingin membeli barang dalam jumlah yang banyak.

Sedangkan pada bisnis online, data jumlah produk biasanya akan terupdate secara otomatis pada sistem ketika terjadi pembelian. Hal ini memudahkan pembeli dalam mencari informasi tentang jumlah barang yang tersedia.

7. Cara Pembelian

Pada bisnis online, cara pembelian cenderung dilakukan melalui tools atau link pada content marketing. Penjual biasanya langsung menyebutkan cara pembelian pada content iklan atau content pada media sosial.

Sedangkan pada pemasaran offline, untuk pembelian biasanya langsung dilakukan pada toko fisik dari penjual. Tenaga pemasaran biasanya hanya menawarkan, beberapa di antaranya langsung membawa produk untuk dijual di tempat.

8. Cara Pembayaran

Pada pemasaran online, cara pembayaran melalui top-up atau kartu kredit (CC) melalui akun business manager. Begitu juga dengan bisnis online, sistem pembayaran melalui transfer bank atau cenderung cashless.

Sedangkan pada pemasaran offline, pembayaran melalui transfer bank yang didistribusikan lagi ke masing-masing bagian pemasaran. Pada bisnis offline, sistem pembayaran dilakukan secara cash atau tunai, meskipun saat ini sudah banyak toko yang menyediakan pembayaran melalui barcode.

9. Tenaga Kerja yang dibutuhkan

Tenaga kerja yang dibutuhkan pada pemasaran bisnis offline lebih banyak karena setiap bagian kampanye harus melakukan tugasnya masing-masing. Beberapa bagian bahkan tidak bisa merangkap pekerjaan karena harus melakukan mobilitas tinggi.

Sedangkan pada pemasaran bisnis online, tenaga kerja yang dibutuhkan cenderung lebih sedikit karena pemasaran digital tidak harus memantau secara terus menerus. Satu orang juga dapat merangkap berbagai pekerjaan.

10. Cara Mencari Barang

Pada bisnis online pencarian barang menjadi lebih mudah karena terdapat katalog yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Orang akan lebih mudah mencari barang-barang yang mereka butuhkan.

Pada bisnis offline, orang harus mendatangi toko atau perwakilan brand untuk mencari barang yang mereka butuhkan. Hal ini tentu saja menghabiskan waktu yang lebih banyak untuk mencari suatu produk.

11. Membuka Cabang

Toko offline harus membuka cabang untuk menambah jangkauan pelanggan, hal ini dikarenakan pelanggan harus mengakses toko secara langsung untuk melakukan transaksi.

Sedangkan pada toko online, mereka tidak butuh untuk membuka cabang jika ingin memperluas jangkauan. Pembeli dapat mengakses toko dari manapun tanpa harus mencari lokasi terdekat untuk melakukan pembelian.

Baca juga: 13 Manfaat Digital Marketing Untuk Bisnis dan Usaha Anda


Itulah perbedaan pemasaran online dan offline yang harus kamu ketahui sebelum memutuskan untuk membuka sebuah bisnis. Bisnis online maupun offline memiliki perbedaan karakter. Bisnis online maupun offline sama baiknya jika diaplikasikan pada produk yang tepat.

Namun sebelum memilih bisnis mana yang ingin kamu jalankan, kamu harus tahu terlebih dahulu perbedaan keduanya. Jangan sampai kamu menggunakan sistem yang kurang tepat dan berakhir kurang menyenangkan. Simak terus artikel tentang bisnis dari Komerce untuk menambah pengetahuan kamu.

Nanda

Nanda adalah content specialist di Komerce. Nanda ingin terus berbagi pengalamannya melalui artikel-artikelnya di blog Komerce. Memastikan Anda mendapatkan pengalaman-pengalaman baru tentang dunia customer service dan e-commerce.

Tinggalkan komentar