KOMERCE – Komlabs by Komerce bersama Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan BEM KM UMP berhasil menyelenggarakan Campus Creator Incubation 2026. Sebuah program edukasi dan pengembangan kapasitas mahasiswa di bidang content creation, personal branding, dan affiliate marketing. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 7 Juni 2026, di Aula Kampus 2 UMP, dan dihadiri oleh lebih dari 80 creator muda.
Mengusung tema “Creator, Affiliate & Brand Matchmaking”, program ini hadir sebagai respons atas tumbuhnya peluang ekonomi digital yang membuka ruang bagi generasi muda untuk memperoleh penghasilan melalui platform seperti TikTok, Instagram, dan berbagai marketplace. Meskipun peluang tersebut terbuka lebar, masih banyak mahasiswa yang belum memiliki pemahaman praktis untuk mengoptimalkannya.
Menghadirkan dua narasumber yang merupakan praktisi di bidangnya. Muhammad Sholeh (Creatorpreneur & Affiliate Practitioner) memaparkan strategi membaca algoritma TikTok secara mendalam. Mulai dari cara membangun personal branding, memilih produk affiliate yang tepat berdasarkan rasio konversi, hingga pendekatan sistematis agar akun terus berkembang dan tidak stagnan.
Sementara itu, Katabroto (Content Creator & Affiliate Practitioner) berbagi pengalaman nyata dalam perjalanannya membangun audiens dan menghasilkan pendapatan melalui affiliate marketing, dengan penekanan pada strategi konten yang relevan dan monetisasi yang berkelanjutan.
Ia juga menjelaskan bahwa program ini keren, karena memberdayakan afiliator pemula tanpa dipungut biaya sedikitpun dan mendapat sampel gratis.
“Jadi afiliator itu konsisten aja nggak cukup, tapi perlu ada ilmu dan strategi untuk menyesuaikan platform seperti TikTok yang sangat dinamis,” tambahnya.
Sesi Creator x Brand Matchmaking
Salah satu pembeda utama Campus Creator Incubation 2026 adalah sesi Creator x Brand Matchmaking, dimana peserta dapat berinteraksi langsung dengan brand lokal, mengenal produk secara langsung, membuat konten selama acara berlangsung, serta membangun peluang kolaborasi affiliate. Konsep ini dirancang agar peserta tidak sekadar menerima teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik nyata.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk:
• Berinteraksi langsung dengan brand lokal dan mengenal produk secara langsung
• Membuat konten affiliate selama acara berlangsung
• Membangun peluang kolaborasi jangka panjang dengan brand
“Melalui Campus Creator Incubation 2026, kami ingin membuktikan bahwa kampus bisa menjadi ekosistem lahirnya creator muda yang berdampak bagi perkembangan ekonomi digital di wilayah Banyumas dan sekitarnya,” jelas Yoyo Agus, Project Lead Campus Creator Incubation 2026.
Lebih jauh, Campus Creator Incubation 2026 diharapkan menjadi awal terbentuknya komunitas creator kampus yang aktif, kolaboratif, dan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi digital di wilayah Banyumas.
Dukungan dari UMP datang melalui kehadiran dan sambutan dari Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni.
“Kegiatan ini penting di era digital yang bisa dimanfaatkan mhs sebagai generasi muda untuk dapat edukasi serta penghasilan tambahan. harapan saya untuk para afiliator tidak hanya untuk mendapat income tapi juga bisa memberikan nilai-nilai yang baik dan shg tidak ada nuansa berita hoax yang marak terjadi di dunia digital ini,” terang Evi Mifta Faridi, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMP.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan keberhasilan sesi matchmaking perdana ini, penyelenggara berharap program serupa dapat terus dilaksanakan dan diperluas ke lebih banyak kampus di masa mendatang.

