facebook-viewcontent

Assemble to Order: Pengertian, Contoh, Kelebihan & Kekurangan 

komerce.id – Setiap perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur perlu memastikan bahwa produknya dapat memenuhi target pasar. Artinya, perusahaan harus memperhatikan jumlah produk secara akurat. Assemble to Order adalah sistem yang digunakan perusahaan untuk mengatur proses produksi.

Umumnya Assemble to Order dilaksanakan dalam tahapan produksi komponen untuk menjamin adanya persediaan pada stok pasar. Setelah itu perusahaan baru akan merakit produk hingga siap pakai setelah menerima pesanan dari para konsumen.

Selain itu, banyak perusahaan yang memilih untuk menerapkan strategi Assemble to order karena bisa menekan biaya gudang dan memudahkan konsumen untuk kustomisasi barang. Untuk lebih memahami tentang strategi ini, simak pembahasan lengkapnya pada artikel berikut ini.

Baca juga: Pengertian Distribution Center, Tugas, dan Manfaatnya

Pengertian Assemble to Order

pengertian assemble to order
Pengertian assemble to order, sumber gambar: pexels.com

Sebagai salah satu strategi produksi yang banyak dijalankan oleh perusahaan manufaktur besar, Assemble to Order dipercaya mampu meningkatkan keuntungan. Berikut adalah pengertian dari strategi ini yang perlu kamu ketahui sebelum menerapkannya.

Pengertian Assemble to Order adalah strategi manufaktur yang menempatkan perusahaan sebagai produsen untuk menyimpan bahan baku dan inventaris pendukung perakitan. Sampai nantinya perusahaan akan mengolah material menjadi produk untuk dipasarkan kepada konsumen.

Dalam strategi ini, proses berjalannya produksi tergantung pada pesanan dari konsumen. Barang baru akan diproduksi sesuai dengan kebutuhan konsumen dan pasar. Namun Assemble to Order juga tetap memperhatikan kemampuan tenaga kerja dalam merakit dan mengirimkan produk.

Penerapan strategi produksi ini berbeda dengan metode build to order karena lebih menguntungan bagi konsumen. Alasannya karena konsumen bisa mendapatkan produk sesuai dengan keinginannya dalam waktu yang singkat.

Sistem Kerja Assemble to Order

sistem kerja assemble to order
Sistem kerja assemble to order, sumber gambar: pexels.com

Pada dasarnya Assemble to Order digunakan untuk memastikan proses produksi dapat memenuhi kebutuhan pasar. Strategi ini memiliki cara kerja yang akan memudahkan perusahaan dalam mengelola barang jadi dalam persediaan gudang.

Cara kerja dalam strategi Assemble to Order adalah dengan melakukan perkiraan jumlah pesanan berdasarkan data historis, tren, makro ekonomi, dan keadaan pasar secara keseluruhan. Dari perkiraan ini, produsen bisa memesan dan menyimpan bahan baku dari barang produksi.

Sejatinya Assemble to Order merupakan kombinasi dari strategi make to stock dan make to order. Hal tersebut dikarenakan produsen merakit bahan yang belum sepenuhnya jadi dan masih bisa disesuaikan dengan pesanan konsumen.

Dalam strategi make to stock terdapat masalah pada beban biasanya penyimpanan barang. Sedangkan pada strategi make to order masalahnya terletak di estimasi pengiriman barang yang terlalu lama. Maka dari itu Assemble to Order hadir sebagai solusi.

Baca juga: Apa itu Putaway

Contoh Penerapan Strategi Assemble to Order

contoh penerapan strategi assemble to order
Contoh strategi assemble to order, sumber gambar: pexels.com

Saat ini banyak perusahaan besar yang menerapkan strategi Assemble to Order untuk memperlancar proses produksi barang jadi. Kamu dapat memahaminya dengan menyimak cara perusahaan Dell Computers yang telah berhasil menerapkan strategi ini.

Perusahaan ini memberikan izin dan kebebasan kepada para konsumen untuk membuat produknya sendiri. Konsumen boleh memilih komponen dan mengkombinasikannya sesuai dengan keinginan secara bebas.

Mulai dari pemilihan processor, monitor, disk drive dan komponen penting lainnya. Dalam proses produksinya, produsen Dell Computers akan menyimpan persediaan bahan baku dalam bentuk  suku cadang mesin.

Setelah itu, jika ada pesanan yang masuk dari konsumen, perusahaan baru akan mulai merakit produk. Kemudian perusahaan mengirimkan produk custom kepada konsumen dalam waktu yang singkat karena produk tinggal dirakit saja.

Dell Computers menerapkan strategi Assemble to Order karena memiliki kekhawatiran terhadap risiko produk yang akan rusak jika disimpan terlalu lama. Sebagai pencegahan, perusahaan hanya menyimpan bahan baku dan merakitnya saat sudah mendapat pesanan.

Kelebihan Strategi Assemble to Order

kelebihan strategi assemble to order
Kelebihan strategi assemble to order, sumber gambar: pexels.com

Apabila kamu sedang menjalan bisnis yang bergerak dalam bidang industri manufaktur, maka Assemble to Order adalah strategi produksi terbaik. Ada beberapa kelebihan dan keuntungan yang akan kamu dapatkan jika menerapkan strategi ini, yaitu:

1. Waktu Pengiriman Cepat

Perusahaan yang menjalankan strategi Assemble to Order biasanya menyimpan bahan baku di gudang. Bahan baku ini nantinya akan dirakit menjadi produk jadi apabila perusahaan telah mendapatkan pesanan dari konsumen.

Sehingga perusahaan tidak membutuhkan waktu lama untuk mempersiapkan barang jadi. Maka tak heran jika perusahaan yang menerapkan strategi ini dapat mengirimkan produk ke konsumen dalam waktu yang relatif singkat.

2. Pesanan Dapat Dikustomisasi

Selain itu keuntungan menerapkan strategi Assemble to Order adalah konsumen boleh memesan produk custom. Setiap konsumen dibebaskan untuk membuat produknya sendiri dengan memilih komponen sesuai keinginan.

Konsumen tidak perlu khawatir barang akan jadi dalam waktu yang lama, karena perusahaan sudah menyimpan bahan baku perakitan dalam jumlah tertentu. Hal ini dilakukan supaya perusahaan bisa menyesuaikan kebutuhan dan permintaan pasar yang sering berganti.

3. Biaya Modal Lebih Kecil

Assemble to Order juga bisa dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mengurangi biaya pergudangan, keperluan investasi, dan persediaan bahan baku. Tetapi perusahaan tetap harus menyusun anggaran yang dibutuhkan untuk proses produksi.

Jika biaya pergudangan dapat dikurangi, maka perusahaan dapat mengalokasikannya untuk keperluan penting lainnya. Perusahaan juga bisa memaksimalkan modal bisnis dan meningkatkan kualitas produk untuk meraih keuntungan yang lebih besar.

Baca juga: Pengertian Warehouse Management System

Kekurangan Strategi Assemble to Order

Walaupun strategi ini sering dijadikan solusi untuk mengatasi masalah dari sistem make to order dan make to stock, bukan berarti tidak memiliki kekurangan. Berikut adalah beberapa kekurangan dari penerapan strategi Assemble to Order.

1. Tidak Dapat Mengandalkan Prakiraan Bisnis

Pertama, kekurangan strategi Assemble to Order adalah prediksi angka permintaan pasar yang bisa meleset. Pasalnya perusahaan memprediksi menggunakan data dan Riwayat penjualan pada periode sebelumnya. Padahal permintaan dan kondisi pasar selalu berubah-ubah dalam waktu yang cepat.

2. Kontrol Inventaris Bahan Baku Kurang Efisien

Dalam menjalankan suatu bisnis, perusahaan harus selalu memantau dan mengontrol inventaris bahan baku produk. Tujuannya supaya saat mendapat pesanan perusahaan bisa langsung memulai produksi barang jadi.

Sayangnya tanpa disadari, saat menerapkan strategi Assemble to Order terjadi peningkatan kebutuhan operasional yang menyebabkan kontrol bahan baku jadi kurang efisien. Sehingga perusahaan harus menjalankan strategi ini dengan lebih teliti.

3. Bergantung Pada Kualitas Perakitan Akhir

Terakhir, Assemble to Order membuat perusahaan jadi menggantungkan kualitas barang pada proses perakitan. Oleh karena itu perusahaan akan membutuhkan tenaga dan staf produksi yang ahli serta sudah berpengalaman supaya produknya menjadi lebih berkualitas.


Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa Assemble to Order adalah strategi yang dilakukan perusahaan untuk memproduksi barang dengan cepat dan dapat dikostumisasi. Sehingga menguntungkan bagi perusahaan dan konsumen.

Dengan strategi ini perusahaan tidak perlu menyimpan barang jadi terlalu banyak. Biaya pergudangan dapat dikurangi dan dialokasikan untuk kebutuhan lainnya. Namun perusahaan tetap membutuhkan biaya untuk mengontrol inventaris bahan baku.

Maka dari itu perusahaan tetap harus melakukan kontrol secara menyeluruh supaya tidak mengalami kerugian. Selain itu perusahaan juga harus tetap fokus pada pengembangan bisnis dengan tetap memperhatikan urusan operasional lainnya.

Berbicara mengenai urusan operasional bisnis, Kompack bisa menjadi solusi untuk membantu operasional bisnis supaya pemilik bisnis bisa lebih memperhatikan pada pengembangan dan strategi marketing mereka. Kompack membantu dalam masalah pergudangan, manajemen stok, packing, sampai pengiriman. Kunjungi kompack.id untuk informasi lebih lanjut.

Bayu Kurniawan

SEO Specialist di Komerce, berpengalaman lebih dari 4 tahun dalam SEO dan sangat tertarik pada digital marketing.

Tinggalkan komentar