{"id":10289,"date":"2023-06-15T11:30:00","date_gmt":"2023-06-15T04:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/komerce.id\/blog\/?p=10289"},"modified":"2023-06-20T21:43:29","modified_gmt":"2023-06-20T14:43:29","slug":"pengertian-standard-costing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/06\/15\/pengertian-standard-costing\/","title":{"rendered":"Pengertian Standard Costing dan Bedanya dengan Actual Costing\u00a0"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Komerce.id<\/strong> &#8211; Beberapa perusahaan akan menggunakan metode standard costing untuk bisa menjadi parameter dalam mengetahui jumlah biaya yang terjadi selama proses produksi. Tujuannya adalah untuk pengendalian dan pencegahan terjadinya pemborosan dalam biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut berbanding lurus dengan tujuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Memang hal ini sudah menjadi bagian dari manajemen bisnis untuk menerapkan metode pengendalian ini sehingga manajer bisa melakukan pengelolaan anggaran dengan tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Agar bisa mengenal poin-poin penting dalam pengambilan keputusan di sebuah perusahaan maka dibutuhkan ilmu ekonomi ini. Pada pembahasan ini kamu akan memperdalam pengetahuan mengenai pengertian, komponen, manfaat, jenis, kekurangan standard costing, dan perbedaan dengan actual costing.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/apa-itu-absorption-costing\/\">Apa Itu Absorption Costing<\/a><\/pre>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_49 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"ez-toc-toggle-icon-1\"><label for=\"item-6a0c514066ec8\" aria-label=\"Table of Content\"><span style=\"display: flex;align-items: center;width: 35px;height: 30px;justify-content: center;direction:ltr;\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/label><input  type=\"checkbox\" id=\"item-6a0c514066ec8\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-visibility-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/06\/15\/pengertian-standard-costing\/#Pengertian_Standard_Costing\" title=\"Pengertian Standard Costing\">Pengertian Standard Costing<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/06\/15\/pengertian-standard-costing\/#Manfaat_Standard_Costing\" title=\"Manfaat Standard Costing\">Manfaat Standard Costing<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/06\/15\/pengertian-standard-costing\/#Komponen_dalam_Standard_Costing_dan_Rumusnya\" title=\"Komponen dalam Standard Costing dan Rumusnya\">Komponen dalam Standard Costing dan Rumusnya<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/06\/15\/pengertian-standard-costing\/#1_Tenaga_Kerja_Langsung\" title=\"1. Tenaga Kerja Langsung\">1. Tenaga Kerja Langsung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/06\/15\/pengertian-standard-costing\/#2_Bahan_Langsung\" title=\"2. Bahan Langsung\">2. Bahan Langsung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/06\/15\/pengertian-standard-costing\/#3_Biaya_Overhead\" title=\"3. Biaya Overhead\">3. Biaya Overhead<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/06\/15\/pengertian-standard-costing\/#Jenis_Standard_Costing\" title=\"Jenis Standard Costing\">Jenis Standard Costing<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/06\/15\/pengertian-standard-costing\/#1_Standar_Normal\" title=\"1. Standar Normal\">1. Standar Normal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/06\/15\/pengertian-standard-costing\/#2_Standar_Teoritis\" title=\"2. Standar Teoritis\">2. Standar Teoritis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/06\/15\/pengertian-standard-costing\/#3_Biaya_Rata-Rata\" title=\"3. Biaya Rata-Rata\">3. Biaya Rata-Rata<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/06\/15\/pengertian-standard-costing\/#4_Pelaksanaan_Terbaik\" title=\"4. Pelaksanaan Terbaik\">4. Pelaksanaan Terbaik<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/06\/15\/pengertian-standard-costing\/#Perbedaan_Standard_Costing_dan_Actual_Costing\" title=\"Perbedaan Standard Costing dan Actual Costing\">Perbedaan Standard Costing dan Actual Costing<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/06\/15\/pengertian-standard-costing\/#Kekurangan_Standard_Costing\" title=\"Kekurangan Standard Costing\">Kekurangan Standard Costing<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Standard_Costing\"><\/span>Pengertian Standard Costing<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"720\" height=\"480\" src=\"http:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/pengertian-standard-costing.jpg\" alt=\"Pengertian standard costing\" class=\"wp-image-10291\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Pengertian standard costing, sumber gambar: pexels.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Berdasarkan bahasa, standard costing adalah sebutan lain dari biaya standar. Biaya ini menjadi sebuah tolok ukur tersendiri dalam pendanaan dalam aktivitas produksi produk di perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada biaya standar ini biasanya akan diasumsikan dari beberapa sudut pandang seperti efisiensi, ekonomi, serta faktor lainnya. Untuk penentuannya sendiri biaya ini akan dilakukan di awal sehingga bisa menjadi dasar untuk proses pengeluaran biaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya nantinya akan terjadi biaya aktual tidak sesuai dengan biaya standar. Oleh sebab itu, yang akan digunakan sebagai penilaian yang tepat adalah biaya standar. Dengan begitu maka asumsi dasar sebelumnya tidak akan mengalami perubahan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manfaat_Standard_Costing\"><\/span>Manfaat Standard Costing<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti yang dijelaskan bahwa biaya standar lebih digunakan untuk pengendalian biaya. Yang bisa melakukan hal ini adalah manajer perusahaan dalam memperkirakan jumlah biaya pada aktivitas yang dilakukan. Sebelum menentukan berapa besaran dari biaya standar? Tentu harus melakukan riset.<\/p>\n\n\n\n<p>Asumsi-asumsi yang digunakan harus realistis sehingga pelaksanaan operasional perusahaan bisa berjalan dengan efektif.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, metode biaya standar juga bisa memberikan sebuah pedoman atau gambaran mengenai berapa biaya yang harus digunakan pada operasional perusahaan? Saat diketahui dengan asumsi yang realistis maka pemborosan perusahaan tentu saja bisa dihindarkan.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/inventory-cost\/\">Cara Menghitung Inventory Cost<\/a><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Komponen_dalam_Standard_Costing_dan_Rumusnya\"><\/span>Komponen dalam Standard Costing dan Rumusnya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"720\" height=\"480\" src=\"http:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/komponen-dalam-standard-costing-dan-rumusnya.jpg\" alt=\"Komponen dalam standard costing dan rumusnya\" class=\"wp-image-10292\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Komponen standard costing dan rumusnya, sumber gambar: pexels.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Untuk menentukan biaya standar memang tidak bisa sembarangan sehingga harus mencari asumsi yang tepat. Oleh sebab itu, terdapat komponen utama yang bisa dimasukkan ke dalam biaya standar ini, seperti:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Tenaga_Kerja_Langsung\"><\/span>1. Tenaga Kerja Langsung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pertama, komponen yang harus dihitung adalah tenaga kerja langsung. Yang dimaksud adalah pegawai yang langsung turun tangan untuk menyentuh produk dalam proses produksi. Untuk upah yang diberikan akan tergantung pada tarif per jamnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh sebab itu, saat ingin menghitungnya bisa dengan menggunakan rumus di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Jam kerja setiap karyawan x tarif per jam.<\/pre>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Bahan_Langsung\"><\/span>2. Bahan Langsung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kemudian, biaya selanjutnya adalah bahan langsung atau yang sering disebut dengan bahan baku. Bahan baku ini memiliki persentase lebih besar penggunaannya dan memang menjadi bahan utama. Biasanya pencarian bahan langsung ini akan dicari harga yang paling murah dengan kualitas bagus.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan pada komponen ini juga memiliki perhitungan tersendiri dengan rumus di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Jumlah tiap bahan x harga bahan.<\/pre>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Biaya_Overhead\"><\/span>3. Biaya Overhead<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk biaya selanjutnya dan memiliki keunikan tersendiri adalah biaya overhead. Biaya pendukung ini memiliki sifat tetap dan variabel. Untuk sifat tetap berarti harus dikeluarkan dalam jumlah yang sama sedangkan sifat variabel berarti nominalnya berubah-ubah dan tidak selalu ada.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada cara untuk melakukan perhitungan biaya overhead dengan cara di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Gaji tetap + (jam mesin x tarif mesin)<\/pre>\n\n\n\n<p>Pada seluruh komponen untuk biaya standar tersebut kecuali tarif tenaga kerja bisa dihitung dengan nilai estimasi yang mendekati. Berbeda dengan tarif tenaga kerja langsung yang memang sudah ditetapkan tarif per jamnya. Dan untuk standard costing ini memiliki rumus di bawah:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Biaya standar = tenaga kerja langsung + Bahan Langsung + Biaya Overhead<\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/pengertian-distribution-center\/\">Pengertian Distribution Center<\/a><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_Standard_Costing\"><\/span>Jenis Standard Costing<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"720\" height=\"480\" src=\"http:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/jenis-standard-costing.jpg\" alt=\"Jenis standard costing\" class=\"wp-image-10293\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Jenis standard costing, sumber gambar: pexels.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Setelah kamu mengetahui beberapa penjelasan di atas sebenarnya sudah sedikit membuat mudah memahami perhitungan biaya ini. Akan tetapi, ada pemahaman yang lebih kompleks karena biaya standar memiliki jenis-jenis yang berbeda. Untuk tingkat keketatannya bisa dilihat dari kategori:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Standar_Normal\"><\/span>1. Standar Normal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis yang pertama adalah standar normal yang memiliki pengertian untuk perkiraan biaya di masa mendatang. Biaya ini akan ditentukan dengan kondisi ekonomi atau aktivitas normal yang biasanya terjadi di masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam jenis ini, biaya standar akan digunakan dalam mempertimbangkan rata-rata biaya pada masa lalu. Setelah itu, baru disesuaikan dengan keadaan yang terjadi di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Standar_Teoritis\"><\/span>2. Standar Teoritis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis kedua adalah standar teoritis yang bisa dibilang sebagai parameter ideal. Memang untuk standar ini jarang digunakan karena implementasinya dirasa cukup sulit dan susah dilakukan. Faktanya, standar ini sebenarnya memiliki tingkat efisien yang tinggi dan baik digunakan dalam jangka waktu panjang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Biaya_Rata-Rata\"><\/span>3. Biaya Rata-Rata<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Seperti jenis pertama, biaya rata-rata juga didapatkan dari perhitungan rata-rata yang didapatkan dari biaya masa lalu. Berbeda dengan standar teoritis karena biaya rata-rata memiliki sifat yang fleksibel namun biayanya tak efisien karena diikutkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Pelaksanaan_Terbaik\"><\/span>4. Pelaksanaan Terbaik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Selanjutnya adalah juga biaya standar dengan jenis pelaksanaan terbaik. Perhitungannya memang banyak digunakan karena kriteria yang digunakan sangat baik jika digunakan untuk mengukur proses bisnis yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pelaksanaan terbaik ini kerap dilakukan dengan menentukan tingkat pelaksanaannya yang mungkin saja bisa diraih. Akan tetapi, harus tetap mempertimbangkan hal-hal yang dirasa tidak cukup efisien dalam menjalankan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Standard_Costing_dan_Actual_Costing\"><\/span>Perbedaan Standard Costing dan Actual Costing<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Banyak pertanyaan yang muncul seperti apakah biaya standar berbeda dengan biaya aktual (actual costing)? Jawabannya adalah berbeda karena biaya standar kerap digunakan di awal sebagai perkiraan biaya operasional perusahaan dan dijadikan sebuah patokan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan biaya aktual yang muncul setelah pengeluaran kas atau jumlah biaya sesungguhnya pada operasional. Jika dilihat dari pengertiannya maka actual costing merupakan biaya nyata yang terjadi dan bisa diketahui di akhir periode.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kekurangan_Standard_Costing\"><\/span>Kekurangan Standard Costing<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Tidak bisa dipungkiri bahwa biaya standar merupakan poin penting untuk bisa menghitung biaya produksi. Akan tetapi, tentu saja metode ini memiliki kekurangan tersendiri. Pasalnya, biaya ini bersifat prediktif sehingga akurasinya tidak bisa ditentukan dengan tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan, beberapa perusahaan akan yang sangat kaku menggunakan biaya standar ini. Sifatnya memang kurang fleksibel bahkan jika digunakan dalam jangka pendek. Tidak menutup kemungkinan bahwa akan terjadi permasalahan dalam persediaan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p>Dengan mengetahui pembahasan mengenai standard costing di atas maka kamu bisa menggunakannya dengan baik. Bahkan perusahaan bisa memperkirakan biaya di masa depan dengan melakukan persiapan yang matang dan terukur.<\/p>\n\n\n\n<p>Penerapan metode ini bisa saja digunakan sebagai alat untuk kontrol perusahaan sehingga bisa mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya untuk perencanaan inventory juga bisa dilakukan dengan baik. Dan tentu saja akan membuat bisnis berjalan dengan lebih efektif dan efisien serta keuntungan yang didapatkan bisa lebih banyak dibandingkan periode sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Supaya bisa mengurus inventory dan pergudangan lebih baik, kamu bisa gunakan Kompack! Kompack adalah solusi masalah pergudangan , manajemen, sampai pengemasan barang. Yuk kunjungi website kami di <a href=\"http:\/\/www.kompack.id\">www.kompack.id<\/a>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Komerce.id &#8211; Beberapa perusahaan akan menggunakan metode standard costing untuk bisa menjadi parameter dalam mengetahui jumlah biaya yang terjadi selama proses produksi. Tujuannya adalah untuk &#8230; <a title=\"Pengertian Standard Costing dan Bedanya dengan Actual Costing\u00a0\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/06\/15\/pengertian-standard-costing\/\" aria-label=\"More on Pengertian Standard Costing dan Bedanya dengan Actual Costing\u00a0\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":10304,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[257],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Standard Costing dan Bedanya dengan Actual Costing\u00a0<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Standar costing sering disebut dengan biaya standar yang bisa dijadikan acuan pada pengeluaran standar yang harus dikeluarkan oleh perusahaan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/pengertian-standard-costing\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Standard Costing dan Bedanya dengan Actual Costing\u00a0\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Standar costing sering disebut dengan biaya standar yang bisa dijadikan acuan pada pengeluaran standar yang harus dikeluarkan oleh perusahaan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/pengertian-standard-costing\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Komerce\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"http:\/\/www.facebook.com\/kurnioo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-06-15T04:30:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-20T14:43:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/standard-costing.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"239\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bayu Kurniawan\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@kurnioo\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bayu Kurniawan\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/pengertian-standard-costing\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/06\/15\/pengertian-standard-costing\/\"},\"author\":{\"name\":\"Bayu Kurniawan\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/7e8610acaf8f3b21debf109db62236a0\"},\"headline\":\"Pengertian Standard Costing dan Bedanya dengan Actual Costing\u00a0\",\"datePublished\":\"2023-06-15T04:30:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-20T14:43:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/06\/15\/pengertian-standard-costing\/\"},\"wordCount\":1032,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Pergudangan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/komerce.id\/blog\/pengertian-standard-costing\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/06\/15\/pengertian-standard-costing\/\",\"url\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/pengertian-standard-costing\/\",\"name\":\"Pengertian Standard Costing dan Bedanya dengan Actual Costing\u00a0\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-06-15T04:30:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-20T14:43:29+00:00\",\"description\":\"Standar costing sering disebut dengan biaya standar yang bisa dijadikan acuan pada pengeluaran standar yang harus dikeluarkan oleh perusahaan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/pengertian-standard-costing\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/komerce.id\/blog\/pengertian-standard-costing\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/pengertian-standard-costing\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Standard Costing\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog Komerce\",\"description\":\"E-Commerce dan Bisnis Online\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"Blog Komerce\",\"url\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/komerce-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/komerce-logo.png\",\"width\":298,\"height\":82,\"caption\":\"Blog Komerce\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/7e8610acaf8f3b21debf109db62236a0\",\"name\":\"Bayu Kurniawan\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/161b05bba486f2f89eb3378ab3a23b13?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/161b05bba486f2f89eb3378ab3a23b13?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bayu Kurniawan\"},\"description\":\"SEO Specialist di Komerce, berpengalaman lebih dari 4 tahun dalam SEO dan sangat tertarik pada digital marketing.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.facebook.com\/kurnioo\/\",\"http:\/\/www.instagram.com\/kurnioo\/\",\"http:\/\/www.linkedin.com\/in\/kurnioo\/\",\"https:\/\/twitter.com\/kurnioo\"],\"url\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/author\/kurniawan\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Standard Costing dan Bedanya dengan Actual Costing\u00a0","description":"Standar costing sering disebut dengan biaya standar yang bisa dijadikan acuan pada pengeluaran standar yang harus dikeluarkan oleh perusahaan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/komerce.id\/blog\/pengertian-standard-costing\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengertian Standard Costing dan Bedanya dengan Actual Costing\u00a0","og_description":"Standar costing sering disebut dengan biaya standar yang bisa dijadikan acuan pada pengeluaran standar yang harus dikeluarkan oleh perusahaan","og_url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/pengertian-standard-costing\/","og_site_name":"Blog Komerce","article_author":"http:\/\/www.facebook.com\/kurnioo\/","article_published_time":"2023-06-15T04:30:00+00:00","article_modified_time":"2023-06-20T14:43:29+00:00","og_image":[{"width":720,"height":239,"url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/standard-costing.png","type":"image\/png"}],"author":"Bayu Kurniawan","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@kurnioo","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Bayu Kurniawan","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/pengertian-standard-costing\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/06\/15\/pengertian-standard-costing\/"},"author":{"name":"Bayu Kurniawan","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/7e8610acaf8f3b21debf109db62236a0"},"headline":"Pengertian Standard Costing dan Bedanya dengan Actual Costing\u00a0","datePublished":"2023-06-15T04:30:00+00:00","dateModified":"2023-06-20T14:43:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/06\/15\/pengertian-standard-costing\/"},"wordCount":1032,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Pergudangan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/komerce.id\/blog\/pengertian-standard-costing\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/06\/15\/pengertian-standard-costing\/","url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/pengertian-standard-costing\/","name":"Pengertian Standard Costing dan Bedanya dengan Actual Costing\u00a0","isPartOf":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-06-15T04:30:00+00:00","dateModified":"2023-06-20T14:43:29+00:00","description":"Standar costing sering disebut dengan biaya standar yang bisa dijadikan acuan pada pengeluaran standar yang harus dikeluarkan oleh perusahaan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/pengertian-standard-costing\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/komerce.id\/blog\/pengertian-standard-costing\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/pengertian-standard-costing\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/komerce.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Standard Costing"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/","name":"Blog Komerce","description":"E-Commerce dan Bisnis Online","publisher":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/komerce.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization","name":"Blog Komerce","url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/komerce-logo.png","contentUrl":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/komerce-logo.png","width":298,"height":82,"caption":"Blog Komerce"},"image":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/7e8610acaf8f3b21debf109db62236a0","name":"Bayu Kurniawan","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/161b05bba486f2f89eb3378ab3a23b13?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/161b05bba486f2f89eb3378ab3a23b13?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bayu Kurniawan"},"description":"SEO Specialist di Komerce, berpengalaman lebih dari 4 tahun dalam SEO dan sangat tertarik pada digital marketing.","sameAs":["http:\/\/www.facebook.com\/kurnioo\/","http:\/\/www.instagram.com\/kurnioo\/","http:\/\/www.linkedin.com\/in\/kurnioo\/","https:\/\/twitter.com\/kurnioo"],"url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/author\/kurniawan\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10289"}],"collection":[{"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10289"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10289\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10307,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10289\/revisions\/10307"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10304"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10289"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10289"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10289"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}