{"id":10144,"date":"2023-04-10T11:30:00","date_gmt":"2023-04-10T04:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/komerce.id\/blog\/?p=10144"},"modified":"2023-04-11T10:33:11","modified_gmt":"2023-04-11T03:33:11","slug":"assemble-to-order","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/04\/10\/assemble-to-order\/","title":{"rendered":"Assemble to Order: Pengertian, Contoh, Kelebihan &#038; Kekurangan\u00a0"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>komerce.id<\/strong> &#8211; Setiap perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur perlu memastikan bahwa produknya dapat memenuhi target pasar. Artinya, perusahaan harus memperhatikan jumlah produk secara akurat. Assemble to Order adalah sistem yang digunakan perusahaan untuk mengatur proses produksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Umumnya Assemble to Order dilaksanakan dalam tahapan produksi komponen untuk menjamin adanya persediaan pada stok pasar. Setelah itu perusahaan baru akan merakit produk hingga siap pakai setelah menerima pesanan dari para konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, banyak perusahaan yang memilih untuk menerapkan strategi Assemble to order karena bisa menekan biaya gudang dan memudahkan konsumen untuk kustomisasi barang. Untuk lebih memahami tentang strategi ini, simak pembahasan lengkapnya pada artikel berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/pengertian-distribution-center\/\">Pengertian Distribution Center, Tugas, dan Manfaatnya<\/a><\/pre>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_49 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"ez-toc-toggle-icon-1\"><label for=\"item-69e7b7fadd54e\" aria-label=\"Table of Content\"><span style=\"display: flex;align-items: center;width: 35px;height: 30px;justify-content: center;direction:ltr;\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/label><input  type=\"checkbox\" id=\"item-69e7b7fadd54e\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-visibility-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/04\/10\/assemble-to-order\/#Pengertian_Assemble_to_Order\" title=\"Pengertian Assemble to Order\">Pengertian Assemble to Order<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/04\/10\/assemble-to-order\/#Sistem_Kerja_Assemble_to_Order\" title=\"Sistem Kerja Assemble to Order\">Sistem Kerja Assemble to Order<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/04\/10\/assemble-to-order\/#Contoh_Penerapan_Strategi_Assemble_to_Order\" title=\"Contoh Penerapan Strategi Assemble to Order\">Contoh Penerapan Strategi Assemble to Order<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/04\/10\/assemble-to-order\/#Kelebihan_Strategi_Assemble_to_Order\" title=\"Kelebihan Strategi Assemble to Order\">Kelebihan Strategi Assemble to Order<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/04\/10\/assemble-to-order\/#1_Waktu_Pengiriman_Cepat\" title=\"1. Waktu Pengiriman Cepat\">1. Waktu Pengiriman Cepat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/04\/10\/assemble-to-order\/#2_Pesanan_Dapat_Dikustomisasi\" title=\"2. Pesanan Dapat Dikustomisasi\">2. Pesanan Dapat Dikustomisasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/04\/10\/assemble-to-order\/#3_Biaya_Modal_Lebih_Kecil\" title=\"3. Biaya Modal Lebih Kecil\">3. Biaya Modal Lebih Kecil<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/04\/10\/assemble-to-order\/#Kekurangan_Strategi_Assemble_to_Order\" title=\"Kekurangan Strategi Assemble to Order\">Kekurangan Strategi Assemble to Order<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/04\/10\/assemble-to-order\/#1_Tidak_Dapat_Mengandalkan_Prakiraan_Bisnis\" title=\"1. Tidak Dapat Mengandalkan Prakiraan Bisnis\">1. Tidak Dapat Mengandalkan Prakiraan Bisnis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/04\/10\/assemble-to-order\/#2_Kontrol_Inventaris_Bahan_Baku_Kurang_Efisien\" title=\"2. Kontrol Inventaris Bahan Baku Kurang Efisien\">2. Kontrol Inventaris Bahan Baku Kurang Efisien<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/04\/10\/assemble-to-order\/#3_Bergantung_Pada_Kualitas_Perakitan_Akhir\" title=\"3. Bergantung Pada Kualitas Perakitan Akhir\">3. Bergantung Pada Kualitas Perakitan Akhir<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Assemble_to_Order\"><\/span>Pengertian Assemble to Order<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"720\" height=\"480\" src=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pengertian-assemble-to-order.jpg\" alt=\"pengertian assemble to order\" class=\"wp-image-10148\" srcset=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pengertian-assemble-to-order.jpg 720w, https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/pengertian-assemble-to-order-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Pengertian assemble to order, sumber gambar: pexels.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Sebagai salah satu strategi produksi yang banyak dijalankan oleh perusahaan manufaktur besar, Assemble to Order dipercaya mampu meningkatkan keuntungan. Berikut adalah pengertian dari strategi ini yang perlu kamu ketahui sebelum menerapkannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengertian Assemble to Order adalah strategi manufaktur yang menempatkan perusahaan sebagai produsen untuk menyimpan bahan baku dan inventaris pendukung perakitan. Sampai nantinya perusahaan akan mengolah material menjadi produk untuk dipasarkan kepada konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam strategi ini, proses berjalannya produksi tergantung pada pesanan dari konsumen. Barang baru akan diproduksi sesuai dengan kebutuhan konsumen dan pasar. Namun Assemble to Order juga tetap memperhatikan kemampuan tenaga kerja dalam merakit dan mengirimkan produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Penerapan strategi produksi ini berbeda dengan metode build to order karena lebih menguntungan bagi konsumen. Alasannya karena konsumen bisa mendapatkan produk sesuai dengan keinginannya dalam waktu yang singkat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sistem_Kerja_Assemble_to_Order\"><\/span>Sistem Kerja Assemble to Order<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"720\" height=\"479\" src=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/sistem-kerja-assemble-to-order.jpg\" alt=\"sistem kerja assemble to order\" class=\"wp-image-10147\" srcset=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/sistem-kerja-assemble-to-order.jpg 720w, https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/sistem-kerja-assemble-to-order-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sistem kerja assemble to order, sumber gambar: pexels.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya Assemble to Order digunakan untuk memastikan proses produksi dapat memenuhi kebutuhan pasar. Strategi ini memiliki cara kerja yang akan memudahkan perusahaan dalam mengelola barang jadi dalam persediaan gudang.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara kerja dalam strategi Assemble to Order adalah dengan melakukan perkiraan jumlah pesanan berdasarkan data historis, tren, makro ekonomi, dan keadaan pasar secara keseluruhan. Dari perkiraan ini, produsen bisa memesan dan menyimpan bahan baku dari barang produksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejatinya Assemble to Order merupakan kombinasi dari strategi make to stock dan make to order. Hal tersebut dikarenakan produsen merakit bahan yang belum sepenuhnya jadi dan masih bisa disesuaikan dengan pesanan konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam strategi make to stock terdapat masalah pada beban biasanya penyimpanan barang. Sedangkan pada strategi make to order masalahnya terletak di estimasi pengiriman barang yang terlalu lama. Maka dari itu Assemble to Order hadir sebagai solusi.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/apa-itu-putaway\/\">Apa itu Putaway<\/a><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Penerapan_Strategi_Assemble_to_Order\"><\/span>Contoh Penerapan Strategi Assemble to Order<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"720\" height=\"479\" src=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/contoh-penerapan-strategi-assemble-to-order.jpg\" alt=\"contoh penerapan strategi assemble to order\" class=\"wp-image-10146\" srcset=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/contoh-penerapan-strategi-assemble-to-order.jpg 720w, https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/contoh-penerapan-strategi-assemble-to-order-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Contoh strategi assemble to order, sumber gambar: pexels.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Saat ini banyak perusahaan besar yang menerapkan strategi Assemble to Order untuk memperlancar proses produksi barang jadi. Kamu dapat memahaminya dengan menyimak cara perusahaan Dell Computers yang telah berhasil menerapkan strategi ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan ini memberikan izin dan kebebasan kepada para konsumen untuk membuat produknya sendiri. Konsumen boleh memilih komponen dan mengkombinasikannya sesuai dengan keinginan secara bebas.<\/p>\n\n\n\n<p>Mulai dari pemilihan processor, monitor, disk drive dan komponen penting lainnya. Dalam proses produksinya, produsen Dell Computers akan menyimpan persediaan bahan baku dalam bentuk&nbsp; suku cadang mesin.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu, jika ada pesanan yang masuk dari konsumen, perusahaan baru akan mulai merakit produk. Kemudian perusahaan mengirimkan produk custom kepada konsumen dalam waktu yang singkat karena produk tinggal dirakit saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Dell Computers menerapkan strategi Assemble to Order karena memiliki kekhawatiran terhadap risiko produk yang akan rusak jika disimpan terlalu lama. Sebagai pencegahan, perusahaan hanya menyimpan bahan baku dan merakitnya saat sudah mendapat pesanan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelebihan_Strategi_Assemble_to_Order\"><\/span>Kelebihan Strategi Assemble to Order<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"720\" height=\"480\" src=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/kelebihan-strategi-assemble-to-order.jpg\" alt=\"kelebihan strategi assemble to order\" class=\"wp-image-10149\" srcset=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/kelebihan-strategi-assemble-to-order.jpg 720w, https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/kelebihan-strategi-assemble-to-order-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Kelebihan strategi assemble to order, sumber gambar: pexels.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Apabila kamu sedang menjalan bisnis yang bergerak dalam bidang industri manufaktur, maka Assemble to Order adalah strategi produksi terbaik. Ada beberapa kelebihan dan keuntungan yang akan kamu dapatkan jika menerapkan strategi ini, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Waktu_Pengiriman_Cepat\"><\/span>1. Waktu Pengiriman Cepat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perusahaan yang menjalankan strategi Assemble to Order biasanya menyimpan bahan baku di gudang. Bahan baku ini nantinya akan dirakit menjadi produk jadi apabila perusahaan telah mendapatkan pesanan dari konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga perusahaan tidak membutuhkan waktu lama untuk mempersiapkan barang jadi. Maka tak heran jika perusahaan yang menerapkan strategi ini dapat mengirimkan produk ke konsumen dalam waktu yang relatif singkat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Pesanan_Dapat_Dikustomisasi\"><\/span>2. Pesanan Dapat Dikustomisasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Selain itu keuntungan menerapkan strategi Assemble to Order adalah konsumen boleh memesan produk custom. Setiap konsumen dibebaskan untuk membuat produknya sendiri dengan memilih komponen sesuai keinginan.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsumen tidak perlu khawatir barang akan jadi dalam waktu yang lama, karena perusahaan sudah menyimpan bahan baku perakitan dalam jumlah tertentu. Hal ini dilakukan supaya perusahaan bisa menyesuaikan kebutuhan dan permintaan pasar yang sering berganti.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Biaya_Modal_Lebih_Kecil\"><\/span>3. Biaya Modal Lebih Kecil<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Assemble to Order juga bisa dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mengurangi biaya pergudangan, keperluan investasi, dan persediaan bahan baku. Tetapi perusahaan tetap harus menyusun anggaran yang dibutuhkan untuk proses produksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika biaya pergudangan dapat dikurangi, maka perusahaan dapat mengalokasikannya untuk keperluan penting lainnya. Perusahaan juga bisa memaksimalkan modal bisnis dan meningkatkan kualitas produk untuk meraih keuntungan yang lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/pengertian-warehouse-management-system\/\">Pengertian Warehouse Management System<\/a><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kekurangan_Strategi_Assemble_to_Order\"><\/span>Kekurangan Strategi Assemble to Order<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Walaupun strategi ini sering dijadikan solusi untuk mengatasi masalah dari sistem make to order dan make to stock, bukan berarti tidak memiliki kekurangan. Berikut adalah beberapa kekurangan dari penerapan strategi Assemble to Order.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Tidak_Dapat_Mengandalkan_Prakiraan_Bisnis\"><\/span>1. Tidak Dapat Mengandalkan Prakiraan Bisnis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pertama, kekurangan strategi Assemble to Order adalah prediksi angka permintaan pasar yang bisa meleset. Pasalnya perusahaan memprediksi menggunakan data dan Riwayat penjualan pada periode sebelumnya. Padahal permintaan dan kondisi pasar selalu berubah-ubah dalam waktu yang cepat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kontrol_Inventaris_Bahan_Baku_Kurang_Efisien\"><\/span>2. Kontrol Inventaris Bahan Baku Kurang Efisien<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam menjalankan suatu bisnis, perusahaan harus selalu memantau dan mengontrol inventaris bahan baku produk. Tujuannya supaya saat mendapat pesanan perusahaan bisa langsung memulai produksi barang jadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya tanpa disadari, saat menerapkan strategi Assemble to Order terjadi peningkatan kebutuhan operasional yang menyebabkan kontrol bahan baku jadi kurang efisien. Sehingga perusahaan harus menjalankan strategi ini dengan lebih teliti.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Bergantung_Pada_Kualitas_Perakitan_Akhir\"><\/span>3. Bergantung Pada Kualitas Perakitan Akhir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir, Assemble to Order membuat perusahaan jadi menggantungkan kualitas barang pada proses perakitan. Oleh karena itu perusahaan akan membutuhkan tenaga dan staf produksi yang ahli serta sudah berpengalaman supaya produknya menjadi lebih berkualitas.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p>Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa Assemble to Order adalah strategi yang dilakukan perusahaan untuk memproduksi barang dengan cepat dan dapat dikostumisasi. Sehingga menguntungkan bagi perusahaan dan konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan strategi ini perusahaan tidak perlu menyimpan barang jadi terlalu banyak. Biaya pergudangan dapat dikurangi dan dialokasikan untuk kebutuhan lainnya. Namun perusahaan tetap membutuhkan biaya untuk mengontrol inventaris bahan baku.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka dari itu perusahaan tetap harus melakukan kontrol secara menyeluruh supaya tidak mengalami kerugian. Selain itu perusahaan juga harus tetap fokus pada pengembangan bisnis dengan tetap memperhatikan urusan operasional lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbicara mengenai urusan operasional bisnis, Kompack bisa menjadi solusi untuk membantu operasional bisnis supaya pemilik bisnis bisa lebih memperhatikan pada pengembangan dan strategi marketing mereka. Kompack membantu dalam masalah pergudangan, manajemen stok, packing, sampai pengiriman. Kunjungi kompack.id untuk informasi lebih lanjut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>komerce.id &#8211; Setiap perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur perlu memastikan bahwa produknya dapat memenuhi target pasar. Artinya, perusahaan harus memperhatikan jumlah produk secara akurat. &#8230; <a title=\"Assemble to Order: Pengertian, Contoh, Kelebihan &#038; Kekurangan\u00a0\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/04\/10\/assemble-to-order\/\" aria-label=\"More on Assemble to Order: Pengertian, Contoh, Kelebihan &#038; Kekurangan\u00a0\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":10150,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[257],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Assemble to Order: Pengertian, Contoh, Kelebihan &amp; Kekurangan\u00a0<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Assemble to Order adalah strategi produksi yang sering digunakan oleh perusahaan manufaktur. Simak pembahasan lengkapnya berikut ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/assemble-to-order\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Assemble to Order: Pengertian, Contoh, Kelebihan &amp; Kekurangan\u00a0\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Assemble to Order adalah strategi produksi yang sering digunakan oleh perusahaan manufaktur. Simak pembahasan lengkapnya berikut ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/assemble-to-order\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Komerce\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"http:\/\/www.facebook.com\/kurnioo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-04-10T04:30:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-04-11T03:33:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/assemble-to-order-adalah.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"238\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bayu Kurniawan\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@kurnioo\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bayu Kurniawan\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/assemble-to-order\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/04\/10\/assemble-to-order\/\"},\"author\":{\"name\":\"Bayu Kurniawan\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/7e8610acaf8f3b21debf109db62236a0\"},\"headline\":\"Assemble to Order: Pengertian, Contoh, Kelebihan &#038; Kekurangan\u00a0\",\"datePublished\":\"2023-04-10T04:30:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-04-11T03:33:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/04\/10\/assemble-to-order\/\"},\"wordCount\":1108,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Pergudangan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/komerce.id\/blog\/assemble-to-order\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/04\/10\/assemble-to-order\/\",\"url\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/assemble-to-order\/\",\"name\":\"Assemble to Order: Pengertian, Contoh, Kelebihan & Kekurangan\u00a0\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-04-10T04:30:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-04-11T03:33:11+00:00\",\"description\":\"Assemble to Order adalah strategi produksi yang sering digunakan oleh perusahaan manufaktur. Simak pembahasan lengkapnya berikut ini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/assemble-to-order\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/komerce.id\/blog\/assemble-to-order\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/assemble-to-order\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Assemble to Order\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog Komerce\",\"description\":\"E-Commerce dan Bisnis Online\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"Blog Komerce\",\"url\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/komerce-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/komerce-logo.png\",\"width\":298,\"height\":82,\"caption\":\"Blog Komerce\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/7e8610acaf8f3b21debf109db62236a0\",\"name\":\"Bayu Kurniawan\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/161b05bba486f2f89eb3378ab3a23b13?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/161b05bba486f2f89eb3378ab3a23b13?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bayu Kurniawan\"},\"description\":\"SEO Specialist di Komerce, berpengalaman lebih dari 4 tahun dalam SEO dan sangat tertarik pada digital marketing.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.facebook.com\/kurnioo\/\",\"http:\/\/www.instagram.com\/kurnioo\/\",\"http:\/\/www.linkedin.com\/in\/kurnioo\/\",\"https:\/\/twitter.com\/kurnioo\"],\"url\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/author\/kurniawan\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Assemble to Order: Pengertian, Contoh, Kelebihan & Kekurangan\u00a0","description":"Assemble to Order adalah strategi produksi yang sering digunakan oleh perusahaan manufaktur. Simak pembahasan lengkapnya berikut ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/komerce.id\/blog\/assemble-to-order\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Assemble to Order: Pengertian, Contoh, Kelebihan & Kekurangan\u00a0","og_description":"Assemble to Order adalah strategi produksi yang sering digunakan oleh perusahaan manufaktur. Simak pembahasan lengkapnya berikut ini.","og_url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/assemble-to-order\/","og_site_name":"Blog Komerce","article_author":"http:\/\/www.facebook.com\/kurnioo\/","article_published_time":"2023-04-10T04:30:00+00:00","article_modified_time":"2023-04-11T03:33:11+00:00","og_image":[{"width":720,"height":238,"url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/assemble-to-order-adalah.png","type":"image\/png"}],"author":"Bayu Kurniawan","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@kurnioo","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Bayu Kurniawan","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/assemble-to-order\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/04\/10\/assemble-to-order\/"},"author":{"name":"Bayu Kurniawan","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/7e8610acaf8f3b21debf109db62236a0"},"headline":"Assemble to Order: Pengertian, Contoh, Kelebihan &#038; Kekurangan\u00a0","datePublished":"2023-04-10T04:30:00+00:00","dateModified":"2023-04-11T03:33:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/04\/10\/assemble-to-order\/"},"wordCount":1108,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Pergudangan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/komerce.id\/blog\/assemble-to-order\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/04\/10\/assemble-to-order\/","url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/assemble-to-order\/","name":"Assemble to Order: Pengertian, Contoh, Kelebihan & Kekurangan\u00a0","isPartOf":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-04-10T04:30:00+00:00","dateModified":"2023-04-11T03:33:11+00:00","description":"Assemble to Order adalah strategi produksi yang sering digunakan oleh perusahaan manufaktur. Simak pembahasan lengkapnya berikut ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/assemble-to-order\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/komerce.id\/blog\/assemble-to-order\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/assemble-to-order\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/komerce.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Assemble to Order"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/","name":"Blog Komerce","description":"E-Commerce dan Bisnis Online","publisher":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/komerce.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization","name":"Blog Komerce","url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/komerce-logo.png","contentUrl":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/komerce-logo.png","width":298,"height":82,"caption":"Blog Komerce"},"image":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/7e8610acaf8f3b21debf109db62236a0","name":"Bayu Kurniawan","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/161b05bba486f2f89eb3378ab3a23b13?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/161b05bba486f2f89eb3378ab3a23b13?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bayu Kurniawan"},"description":"SEO Specialist di Komerce, berpengalaman lebih dari 4 tahun dalam SEO dan sangat tertarik pada digital marketing.","sameAs":["http:\/\/www.facebook.com\/kurnioo\/","http:\/\/www.instagram.com\/kurnioo\/","http:\/\/www.linkedin.com\/in\/kurnioo\/","https:\/\/twitter.com\/kurnioo"],"url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/author\/kurniawan\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10144"}],"collection":[{"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10144"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10144\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10151,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10144\/revisions\/10151"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10150"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10144"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10144"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10144"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}