{"id":10069,"date":"2023-02-28T11:30:00","date_gmt":"2023-02-28T04:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/komerce.id\/blog\/?p=10069"},"modified":"2023-02-28T18:03:16","modified_gmt":"2023-02-28T11:03:16","slug":"build-to-stock","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/28\/build-to-stock\/","title":{"rendered":"Apa itu Build to Stock? Ini Bedanya dengan Build to Order&nbsp;"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>komerce.id<\/strong> &#8211; Perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur akan membutuhkan strategi atau model produksi yang tepat untuk memenuhi angka permintaan dari konsumen. Build to stock adalah salah satu model yang digunakan untuk mengatur jalannya produksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak hanya berfokus pada proses produksi, model ini juga punya pengaruh yang besar terhadap&nbsp; keputusan perusahaan dalam merencanakan sumber daya. Namun ada banyak perusahaan yang lebih memilih untuk menggunakan model build to order.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya kedua model ini memiliki banyak kesamaan dalam proses produksi. Jadi tidak heran jika masih ada yang kesulitan untuk membedakannya. Kalau kamu ingin mengetahui tentang apa itu build to stock dan perbedaannya dengan build to order, simak pembahasan lengkapnya berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/perpetual-inventory-system\/\">Pengertian Perpetual Inventory System<\/a><\/pre>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_49 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"ez-toc-toggle-icon-1\"><label for=\"item-69e1a8a39a748\" aria-label=\"Table of Content\"><span style=\"display: flex;align-items: center;width: 35px;height: 30px;justify-content: center;direction:ltr;\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/label><input  type=\"checkbox\" id=\"item-69e1a8a39a748\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-visibility-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/28\/build-to-stock\/#Apa_Itu_Build_to_Stock\" title=\"Apa Itu Build to Stock?\">Apa Itu Build to Stock?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/28\/build-to-stock\/#Keuntungan_Model_Build_to_Stock\" title=\"Keuntungan Model Build to Stock\">Keuntungan Model Build to Stock<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/28\/build-to-stock\/#Kekurangan_Model_Build_to_Stock\" title=\"Kekurangan Model Build to Stock\">Kekurangan Model Build to Stock<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/28\/build-to-stock\/#Contoh_Build_to_Stock\" title=\"Contoh Build to Stock\">Contoh Build to Stock<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/28\/build-to-stock\/#Kapan_Harus_Memilih_Build_to_Stock\" title=\"Kapan Harus Memilih Build to Stock\">Kapan Harus Memilih Build to Stock<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/28\/build-to-stock\/#Cara_Kerja_Build_to_Stock\" title=\"Cara Kerja Build to Stock\">Cara Kerja Build to Stock<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/28\/build-to-stock\/#Sekilas_Tentang_Build_to_Order\" title=\"Sekilas Tentang Build to Order\">Sekilas Tentang Build to Order<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/28\/build-to-stock\/#Perbedaan_Build_to_Stock_dan_Build_to_Order\" title=\"Perbedaan Build to Stock dan Build to Order\">Perbedaan Build to Stock dan Build to Order<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Build_to_Stock\"><\/span>Apa Itu Build to Stock?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"720\" height=\"378\" src=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/apa-itu-build-to-stock.jpg\" alt=\"apa itu build to stock\" class=\"wp-image-10075\" srcset=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/apa-itu-build-to-stock.jpg 720w, https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/apa-itu-build-to-stock-300x158.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Pengertian build to stock, sumber gambar: pexels.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Untuk mengontrol persediaan barang, perusahaan membutuhkan metode inventory yang terbaik. Kebanyakan perusahaan manufaktur menggunakan metode build to stock atau make to stock karena dianggap lebih efektif. Berikut penjelasan tentang pengertian build to stock yang harus diketahui.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Build to stock adalah<\/strong> model dan strategi produksi yang digunakan perusahaan untuk mengatur persediaan produk. Pasalnya, ketika produk tersedia dalam jumlah yang cukup, perusahaan dapat memenuhi permintaan pasar di masa mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada model ini, perusahaan akan menempatkan konsumen sebagai yang paling berpengaruh dalam proses awal produksi. Ada beberapa karakteristik dari model build to stock yang perlu kamu ketahui, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Dapat menyimpan produk jadi<\/li>\n\n\n\n<li>Angka ketersediaan barang tergantung pada waktu respon dan variabilitas permintaan dari konsumen.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika lead timenya singkat, maka angka persediaan jadi sedikit.<\/li>\n\n\n\n<li>Konsumen tidak bersedia menunggu lama untuk mendapatkan pesanan.<\/li>\n\n\n\n<li>Rencana produksi tergantung pada angka perkiraan permintaan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keuntungan_Model_Build_to_Stock\"><\/span>Keuntungan Model Build to Stock<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Model build to stock ini memiliki banyak keuntungan bagi perusahaan. Saat angka permintaan sedang rendah, perusahaan bisa memanfaatkannya untuk membuat rencana proses produksi yang lebih efisien. Sehingga nantinya bisa meminimalisir biaya dan mencegah terjadinya kekurangan stok.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu keuntungan lain dari model build to stock adalah perusahaan dapat menekan biaya lembur dan ongkos untuk perawatan mesin secara kasar di masa depan. Bahkan perusahaan bisa mempersiapkan kebutuhan produksi untuk memenuhi permintaan dengan cara yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kekurangan_Model_Build_to_Stock\"><\/span>Kekurangan Model Build to Stock<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Meskipun dianggap menguntungkan dan efisien untuk memperlancar proses produksi, namun model build to stock juga punya kekurangan. Salah satunya adalah model ini dapat menyebabkan biaya inventaris yang lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan perusahaan berkemungkinan besar mengalami kerugian apabila rencana yang dibuat tidak dipikirkan secara matang. Oleh karena itu, biasanya model build to stock lebih cocok diterapkan untuk produksi yang angka permintaannya bisa diprediksi dengan akurat.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/pengertian-distribution-center\/\">Pengertian Distribution Center<\/a><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Build_to_Stock\"><\/span>Contoh Build to Stock<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"720\" height=\"385\" src=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/contoh-build-to-stock.jpg\" alt=\"contoh build to stock\" class=\"wp-image-10073\" srcset=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/contoh-build-to-stock.jpg 720w, https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/contoh-build-to-stock-300x160.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Contoh build to stock, sumber gambar: pexels.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Sebelum menerapkan suatu model inventory, perusahaan harus mempelajari contoh penerapanya terlebih dahulu. Tujuannya supaya nantinya bisa menyusun rencana yang matang. Berikut adalah penjelasan tentang contoh penerapan model build to stock.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya, suatu perusahaan distro memproduksi cardigan rajut yang permintaannya selalu meningkat pada bulan Juni sampai Desember. Saat menerapkan model build to stock, perusahaan akan melakukan prediksi terhadap angka permintaan dan menyusun rencana produksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Rencana akan dibuat berdasarkan data inventaris pada periode sebelumnya. Dimana dalam data tersebut, angka permintaan yang meningkat akan mengurangi ketersediaan produk. Sehingga perusahaan harus menyusun rencana baru untuk memenuhi permintaan di masa mendatang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapan_Harus_Memilih_Build_to_Stock\"><\/span>Kapan Harus Memilih Build to Stock<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dibandingkan dengan model lainnya, build to stock adalah strategi terbaik untuk perusahaan dengan usaha produk pokok yang dibutuhkan oleh banyak konsumen. Misalnya seperti makanan olahan, mainan anak, alat tulis dan produk tekstil.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan model build to stock, perusahaan busa menempatkan fokusnya pada produk yang sama pada setiap tahun. Selain itu perusahaan juga akan mendapatkan data penjualan untuk menyusun strategi order fulfillment yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain bisa membantu untuk memperkirakan angka produksi yang harus dihasilkan setiap tahunnya, build to stock juga dapat digunakan untuk mempersiapkan peningkatan angka permintaan. Sehingga perusahaan bisa mencuri start untuk memproduksi suatu produk.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Kerja_Build_to_Stock\"><\/span>Cara Kerja Build to Stock<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebenarnya dalam model build to stock, perusahaan membutuhkan prediksi angka permintaan yang akurat supaya bisa menentukan jumlah produk yang harus diproduksi. Artinya model ini baru bisa menjadi pilihan terbaik jika hasil perkiraannya tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut teori, model build to stock adalah cara yang digunakan perusahaan untuk mempersiapkan diri berhadapan dengan peningkatan atau penurunan angka permintaan. Jadi apabila prediksinya meleset, perusahaan tetap memiliki persediaan produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemungkinan terjadinya kesalahan ini merupakan kelemahan utama ketika perusahaan menerapkan model build to stock. Bahkan nantinya perusahaan bisa kelebihan persediaan, kehabisan stock, hingga mengalami kerugian pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, model ini juga menekan perusahaan untuk selalu melakukan inovasi dari waktu ke waktu. Sehingga perusahaan tidak bisa mempertahankan tingkat produksi pada angka yang stabil. Jadi tak heran jika perusahaan yang menggunakan model build to stock bergerak di bidang yang besar.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/apa-itu-receiving-gudang\/\">Pengertian Receiving Gudang<\/a><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sekilas_Tentang_Build_to_Order\"><\/span>Sekilas Tentang Build to Order<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"720\" height=\"267\" src=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/pengertian-build-to-order.png\" alt=\"build to order\" class=\"wp-image-10072\" srcset=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/pengertian-build-to-order.png 720w, https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/pengertian-build-to-order-300x111.png 300w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Build to order, sumber gambar: flexis.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Tak hanya build to stock, perusahaan-perusahaan ternama di dunia juga menggunakan model inventory lainnya, yaitu build to order. Model ini berfokus pada proses produksi barang setelah pelanggan melakukan pemesanan.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya perusahaan yang menerapkan model build to order adalah sektor industri khusus dengan fokus pada volume produk rendah namun kustomisasinya tinggi. Contohnya seperti perusahaan konstruksi dan manufaktur pesawat terbang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Build_to_Stock_dan_Build_to_Order\"><\/span>Perbedaan Build to Stock dan Build to Order<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Baik build to stock maupun build to order, sama-sama mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun sebelum memutuskan ingin menerapkan yang mana, kamu harus mengetahui perbedaannya terlebih dahulu supaya bisa membuat prediksi yang akurat.<\/p>\n\n\n\n<p>Build to stock adalah model inventory yang berfokus pada proses produksi sebelum ada permintaan dari konsumen. Sedangkan build to order sudah baru diterapkan apabila perusahaan sudah mendapatkan order atau pesanan dari pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika menggunakan model build to stock, perusahaan akan membuat prediksi tanpa adanya angka permintaan yang jelas. Perusahaan hanya bisa melihat data penjualan pada periode sebelumnya untuk membuat perkiraan yang akurat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan perusahaan yang menerapkan model build to order, hanya akan melakukan produksi setelah konsumen melakukan pemesanan. Sehingga perusahaan kurang memperhatikan data riwayat penjualan di periode yang lalu.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu lebih bagus mana antara build to stock dengan build to order? Sebenarnya keduanya sama-sama bisa diterapkan untuk mengontrol proses produksi. Namun kamu bisa memilih berdasarkan jenis produk yang dijual oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p>Build to stock adalah model terbaik untuk perusahaan dengan jenis produk yang seragam. Biasanya proses produksi model ini dilakukan secara massal. Sedangkan build to order lebih bagus digunakan untuk perusahaan yang butuh penyesuaian khusus berdasarkan preferensi konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika perusahaan kamu menjual barang pokok yang dibutuhkan oleh banyak konsumen, maka pilih model build to stock. Sehingga perusahaan dapat memprediksi angka permintaan sebelum memproduksi barang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>komerce.id &#8211; Perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur akan membutuhkan strategi atau model produksi yang tepat untuk memenuhi angka permintaan dari konsumen. Build to stock &#8230; <a title=\"Apa itu Build to Stock? Ini Bedanya dengan Build to Order&nbsp;\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/28\/build-to-stock\/\" aria-label=\"More on Apa itu Build to Stock? Ini Bedanya dengan Build to Order&nbsp;\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":10074,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[257],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa itu Build to Stock? Ini Bedanya dengan Build to Order&nbsp;<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Build stock adalah salah satu model inventory yang digunakan perusahaan untuk mengontrol proses produksi. Baca selengkapnya !\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/build-to-stock\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu Build to Stock? Ini Bedanya dengan Build to Order&nbsp;\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Build stock adalah salah satu model inventory yang digunakan perusahaan untuk mengontrol proses produksi. Baca selengkapnya !\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/build-to-stock\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Komerce\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"http:\/\/www.facebook.com\/kurnioo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-02-28T04:30:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-02-28T11:03:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/build-to-order.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"237\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bayu Kurniawan\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@kurnioo\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bayu Kurniawan\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/build-to-stock\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/28\/build-to-stock\/\"},\"author\":{\"name\":\"Bayu Kurniawan\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/7e8610acaf8f3b21debf109db62236a0\"},\"headline\":\"Apa itu Build to Stock? Ini Bedanya dengan Build to Order&nbsp;\",\"datePublished\":\"2023-02-28T04:30:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-02-28T11:03:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/28\/build-to-stock\/\"},\"wordCount\":1061,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Pergudangan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/komerce.id\/blog\/build-to-stock\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/28\/build-to-stock\/\",\"url\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/build-to-stock\/\",\"name\":\"Apa itu Build to Stock? Ini Bedanya dengan Build to Order&nbsp;\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-02-28T04:30:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-02-28T11:03:16+00:00\",\"description\":\"Build stock adalah salah satu model inventory yang digunakan perusahaan untuk mengontrol proses produksi. Baca selengkapnya !\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/build-to-stock\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/komerce.id\/blog\/build-to-stock\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/build-to-stock\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Build to Stock?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog Komerce\",\"description\":\"E-Commerce dan Bisnis Online\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"Blog Komerce\",\"url\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/komerce-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/komerce-logo.png\",\"width\":298,\"height\":82,\"caption\":\"Blog Komerce\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/7e8610acaf8f3b21debf109db62236a0\",\"name\":\"Bayu Kurniawan\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/161b05bba486f2f89eb3378ab3a23b13?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/161b05bba486f2f89eb3378ab3a23b13?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bayu Kurniawan\"},\"description\":\"SEO Specialist di Komerce, berpengalaman lebih dari 4 tahun dalam SEO dan sangat tertarik pada digital marketing.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.facebook.com\/kurnioo\/\",\"http:\/\/www.instagram.com\/kurnioo\/\",\"http:\/\/www.linkedin.com\/in\/kurnioo\/\",\"https:\/\/twitter.com\/kurnioo\"],\"url\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/author\/kurniawan\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa itu Build to Stock? Ini Bedanya dengan Build to Order&nbsp;","description":"Build stock adalah salah satu model inventory yang digunakan perusahaan untuk mengontrol proses produksi. Baca selengkapnya !","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/komerce.id\/blog\/build-to-stock\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa itu Build to Stock? Ini Bedanya dengan Build to Order&nbsp;","og_description":"Build stock adalah salah satu model inventory yang digunakan perusahaan untuk mengontrol proses produksi. Baca selengkapnya !","og_url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/build-to-stock\/","og_site_name":"Blog Komerce","article_author":"http:\/\/www.facebook.com\/kurnioo\/","article_published_time":"2023-02-28T04:30:00+00:00","article_modified_time":"2023-02-28T11:03:16+00:00","og_image":[{"width":720,"height":237,"url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/build-to-order.png","type":"image\/png"}],"author":"Bayu Kurniawan","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@kurnioo","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Bayu Kurniawan","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/build-to-stock\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/28\/build-to-stock\/"},"author":{"name":"Bayu Kurniawan","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/7e8610acaf8f3b21debf109db62236a0"},"headline":"Apa itu Build to Stock? Ini Bedanya dengan Build to Order&nbsp;","datePublished":"2023-02-28T04:30:00+00:00","dateModified":"2023-02-28T11:03:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/28\/build-to-stock\/"},"wordCount":1061,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Pergudangan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/komerce.id\/blog\/build-to-stock\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/28\/build-to-stock\/","url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/build-to-stock\/","name":"Apa itu Build to Stock? Ini Bedanya dengan Build to Order&nbsp;","isPartOf":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-02-28T04:30:00+00:00","dateModified":"2023-02-28T11:03:16+00:00","description":"Build stock adalah salah satu model inventory yang digunakan perusahaan untuk mengontrol proses produksi. Baca selengkapnya !","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/build-to-stock\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/komerce.id\/blog\/build-to-stock\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/build-to-stock\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/komerce.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Build to Stock?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/","name":"Blog Komerce","description":"E-Commerce dan Bisnis Online","publisher":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/komerce.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization","name":"Blog Komerce","url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/komerce-logo.png","contentUrl":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/komerce-logo.png","width":298,"height":82,"caption":"Blog Komerce"},"image":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/7e8610acaf8f3b21debf109db62236a0","name":"Bayu Kurniawan","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/161b05bba486f2f89eb3378ab3a23b13?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/161b05bba486f2f89eb3378ab3a23b13?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bayu Kurniawan"},"description":"SEO Specialist di Komerce, berpengalaman lebih dari 4 tahun dalam SEO dan sangat tertarik pada digital marketing.","sameAs":["http:\/\/www.facebook.com\/kurnioo\/","http:\/\/www.instagram.com\/kurnioo\/","http:\/\/www.linkedin.com\/in\/kurnioo\/","https:\/\/twitter.com\/kurnioo"],"url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/author\/kurniawan\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10069"}],"collection":[{"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10069"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10069\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10251,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10069\/revisions\/10251"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10074"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10069"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10069"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10069"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}