{"id":10031,"date":"2023-02-06T11:30:00","date_gmt":"2023-02-06T04:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/komerce.id\/blog\/?p=10031"},"modified":"2023-02-11T21:19:49","modified_gmt":"2023-02-11T14:19:49","slug":"perpetual-inventory-system","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/06\/perpetual-inventory-system\/","title":{"rendered":"Perpetual Inventory System: Pengertian, Ciri-ciri &amp; Pencatatannya"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>komerce.id<\/strong> &#8211; Ketika mengembangkan suatu bisnis, pasti terjadi aktivitas jual beli barang dagang. Dalam aktivitas tersebut kamu wajib melakukan pencatatan saat ada persediaan barang yang masuk dan keluar agar perusahaan dapat mengetahui pergerakan barang.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada dua jenis sistem pencatatan yang paling umum digunakan, yaitu perpetual inventory system dan metode periodic. Kedua sistem tersebut sama-sama penting untuk dipelajari. Namun sistem perpetual inventory dianggap lebih baik karena memiliki kontrol sistem penyimpanan berkas penjualan terbaik.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan sistem pencatatan yang baik, perusahaan bisa mengontrol keluar masuknya persediaan barang. Aktivitas pencatatan dilakukan setiap waktu agar tidak ada transaksi yang terlewat. Nah untuk kamu yang ingin mempelajari tentang sistem perpetual inventory, simak pembahasannya berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/average-inventory\/\">Pengertian dan Manfaat Average Inventory<\/a><\/pre>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_49 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"ez-toc-toggle-icon-1\"><label for=\"item-69d2690db1843\" aria-label=\"Table of Content\"><span style=\"display: flex;align-items: center;width: 35px;height: 30px;justify-content: center;direction:ltr;\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/label><input  type=\"checkbox\" id=\"item-69d2690db1843\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-visibility-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/06\/perpetual-inventory-system\/#Apa_itu_Perpetual_Inventory_System\" title=\"Apa itu Perpetual Inventory System?\">Apa itu Perpetual Inventory System?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/06\/perpetual-inventory-system\/#Perbedaan_Periodic_dan_Perpetual_Inventory_System\" title=\"Perbedaan Periodic dan Perpetual Inventory System\">Perbedaan Periodic dan Perpetual Inventory System<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/06\/perpetual-inventory-system\/#1_Metode_yang_Digunakan\" title=\"1. Metode yang Digunakan\">1. Metode yang Digunakan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/06\/perpetual-inventory-system\/#2_Harga_Pokok_Penjualan_atau_HPP\" title=\"2. Harga Pokok Penjualan atau HPP\">2. Harga Pokok Penjualan atau HPP<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/06\/perpetual-inventory-system\/#3_Ayat_Jurnal_Penutup_atau_AJP\" title=\"3. Ayat Jurnal Penutup atau AJP\">3. Ayat Jurnal Penutup atau AJP<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/06\/perpetual-inventory-system\/#Ciri-ciri_Perpetual_Inventory_System\" title=\"Ciri-ciri Perpetual Inventory System\">Ciri-ciri Perpetual Inventory System<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/06\/perpetual-inventory-system\/#Sistem_Pencatatan_Stok_Barang_dengan_Metode_Perpetual\" title=\"Sistem Pencatatan Stok Barang dengan Metode Perpetual\">Sistem Pencatatan Stok Barang dengan Metode Perpetual<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/06\/perpetual-inventory-system\/#1_Metode_Perpetual_FIFO\" title=\"1. Metode Perpetual FIFO\">1. Metode Perpetual FIFO<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/06\/perpetual-inventory-system\/#2_Metode_Perpetual_LIFO\" title=\"2. Metode Perpetual LIFO\">2. Metode Perpetual LIFO<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/06\/perpetual-inventory-system\/#3_Metode_Perpetual_Average\" title=\"3. Metode Perpetual Average\">3. Metode Perpetual Average<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_itu_Perpetual_Inventory_System\"><\/span>Apa itu Perpetual Inventory System?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"720\" height=\"393\" src=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/apa-itu-perpetual-inventory-system.jpg\" alt=\"Pengertian Perpetual Inventory System\" class=\"wp-image-10030\" srcset=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/apa-itu-perpetual-inventory-system.jpg 720w, https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/apa-itu-perpetual-inventory-system-300x164.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Pengertian Perpetual Inventory System<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Salah satu metode yang sering dipakai untuk mencatat inventaris perusahaan adalah perpetual inventory system. Metode ini biasanya dilakukan untuk proses pencatatan berdasarkan data yang selalu diperbaharui setiap waktu.<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, jika menggunakan metode perpetual kamu harus melakukan pencatatan terus menerus dengan mengikuti setiap transaksi masuk dan keluarnya persediaan barang. Supaya lebih mudah, biasanya metode ini dilakukan menggunakan bantuan perangkat komputer.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, hal lain yang dapat dicatat menggunakan metode perpetual inventory system adalah retur pembelian barang. Tujuan pencatatan tersebut supaya perusahaan lebih mudah untuk menyusun laporan neraca dan laba rugi.<\/p>\n\n\n\n<p>Aktivitas pencatatan yang dilakukan terus menerus secara berkala dan teratur akan membantu perusahaan dalam mengontrol persediaan barang. Sehingga perusahaan bisa mengetahui jumlah pasti dari barang yang masih tersedia. Selain itu metode perpetual juga memiliki banyak keuntungan, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Memudahkan perusahaan untuk mengetahui jumlah akhir persediaan barang yang ada dalam satu periode tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li>Stock opname dan perhitungan dalam persediaan barang di gudang tidak perlu dilakukan.<\/li>\n\n\n\n<li>Data pencatatan persediaan barang dijamin lebih akurat dan aktual.<\/li>\n\n\n\n<li>Perusahaan dapat mencatat setiap perubahan secara langsung.<\/li>\n\n\n\n<li>Lebih praktis dan efektif karena proses pencatatannya menggunakan perangkat komputer.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Secara umum, jenis barang yang paling cocok untuk dicatat dengan metode perpetual inventory system adalah barang berharga yang mempunyai nilai jual tinggi. Contohnya seperti mobil, lemari es, televisi, dan barang mewah lainnya.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/count-inventory\/\">Pengertian dan Tujuan Count Inventory<\/a><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Periodic_dan_Perpetual_Inventory_System\"><\/span>Perbedaan Periodic dan Perpetual Inventory System<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"720\" height=\"371\" src=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/perbedaan-periodic-dan-perpetual-inventory-system.jpg\" alt=\"Perbedaan Periodic dan Perpetual Inventory System\" class=\"wp-image-10029\" srcset=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/perbedaan-periodic-dan-perpetual-inventory-system.jpg 720w, https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/perbedaan-periodic-dan-perpetual-inventory-system-300x155.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Perbedaan Periodic dan Perpetual Inventory System<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Memiliki sistem pencatatan inventaris atau persediaan barang merupakan hal yang penting untuk dimiliki oleh setiap perusahaan. Apapun jenis perusahaan yang sedang dikembangkan, kamu perlu memahami tentang metode pencatatan periodic dan perpetual inventory system.<\/p>\n\n\n\n<p>Baik metode periodic maupun perpetual, keduanya sama-sama punya fungsi yang sama, yaitu mencatat persediaan barang yang keluar dan masuk. Namun ada perbedaan yang perlu kamu pahami sebelum memutuskan untuk menggunakan salah satunya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Metode_yang_Digunakan\"><\/span>1. Metode yang Digunakan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perpetual Inventory system sering disebut sebagai metode terus menerus. Hal tersebut disebabkan karena proses pencatatannya dilakukan setiap ada transaksi dan perubahan pada pergerakan persediaan barang.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap terjadi perubahan, maka perusahaan akan langsung mencatatnya dalam akun persediaan. Semua jenis barang dapat dilihat kemana arus keluar dan masuknya. Sehingga perusahaan tidak perlu melakukan stok opname.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan perusahaan yang menggunakan sistem pencatatan dengan metode periodic, biasanya tetap harus mengandalkan stok opname. Hal tersebut dikarenakan, dalam metode ini, perusahaan mencatat pembelian dan penjualan barang dengan cara terpisah.<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga seluruh pencatatan baru dilakukan di akhir, tidak secara langsung saat transaksi sedang terjadi. Perusahaan akan mengecek persediaan barang dengan cara manual. Metode ini cocok digunakan untuk perusahaan yang volume barang dan jumlah penjualan tinggi, seperti usaha makanan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Harga_Pokok_Penjualan_atau_HPP\"><\/span>2. Harga Pokok Penjualan atau HPP<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam metode perpetual, setiap terjadi penjualan barang dagang, perusahaan akan langsung mencatatnya. Oleh karena itu dalam metode ini, penentuan harga pokok penjualan lebih aktual dan akurat dibandingkan metode periodic.<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila perusahaan menggunakan metode periodic, maka penentuan harga pokok penjualan tidak bisa dilakukan dengan cepat. Alasannya adalah karena pencatatan inventaris baru dilakukan di akhir sehingga HPP baru bisa tentukan pada setiap periode akuntansi yang terakhir.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Ayat_Jurnal_Penutup_atau_AJP\"><\/span>3. Ayat Jurnal Penutup atau AJP<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ayat jurnal penutup adalah pencatatan transaksi yang dilakukan dalam akun pada setiap periode akhir akuntansi. Dikarenakan pada sistem perpetual seluruh pencatatan dilakukan secara langsung, jadi metode ini tidak membutuhkan AJP seperti metode periodic.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-ciri_Perpetual_Inventory_System\"><\/span>Ciri-ciri Perpetual Inventory System<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Setiap metode pencatatan inventaris memiliki kelebihannya masing-masing. Supaya lebih mudah memahami tentang metode perpetual inventory system kamu harus mengetahui tentang karakternya. Berikut adalah beberapa ciri-ciri dari sistem pencatatan perpetual, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Transaksi pembelian bahan baku dan penjualan barang dagang di debet ke pos persediaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Seluruh biaya pengiriman pada barang dagang akan didebet untuk pos persediaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Adanya diskon dan pembelian retur akan dikreditkan ke pos inventarisasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Pencatatan HPP dilakukan dengan debit beban pokok penjualan dan kredit persediaan secara sekaligus.<\/li>\n\n\n\n<li>Perusahaan akan membutuhkan buku besar untuk membantu mencatat dan mengontrol persediaan individu.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/work-in-process-inventory\/\">Work in Process Inventory dalam Industri Manufaktur<\/a><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sistem_Pencatatan_Stok_Barang_dengan_Metode_Perpetual\"><\/span>Sistem Pencatatan Stok Barang dengan Metode Perpetual<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"720\" height=\"316\" src=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/sistem-pencatatan-stok-barang-metode-perpetual.png\" alt=\"Sistem Pencatatan Stok Barang dengan Metode Perpetual\" class=\"wp-image-10027\" srcset=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/sistem-pencatatan-stok-barang-metode-perpetual.png 720w, https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/sistem-pencatatan-stok-barang-metode-perpetual-300x132.png 300w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sistem Pencatatan Stok Barang dengan Metode Perpetual<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Metode perpetual inventory system dapat digunakan untuk berbagai kepentingan. Mulai dari menentukan HPP, persediaan akhir, hingga menghitung laba kotor. Secara umum ada 3 metode yang sering digunakan oleh perusahaan, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Metode_Perpetual_FIFO\"><\/span>1. Metode Perpetual FIFO<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Metode ini paling cocok digunakan apabila kamu memiliki bisnis yang menjual barang dengan masa kadaluarsa yang singkat, seperti makanan dan minuman. Dalam metode FIFO, perusahaan akan menilai persediaan barang berdasarkan urutan kedatangan saat dibeli.<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga perusahaan dapat mengetahui barang mana saja yang harus dijual lebih dahulu sebelum memasuki masa kadaluarsa. Pada metode ini biasanya pergerakan barang dan data yang diperoleh mirip dengan hasil perhitungan secara fisik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Metode_Perpetual_LIFO\"><\/span>2. Metode Perpetual LIFO<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Metode LIFO merupakan proses pencatatan inventory perpetual yang dilakukan untuk mendata persediaan barang dagang. Dalam metode ini, biaya per unit dari barang yang sudah terjual dianggap sama dengan biaya pembelian terakhir. Untuk memudahkan, kamu akan butuh buku besar pembantu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Metode_Perpetual_Average\"><\/span>3. Metode Perpetual Average<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sama seperti metode yang lainnya, perpetual average dilakukan untuk mengatur persediaan barang dagangan. Caranya adalah dengan menentukan biaya rata-rata dari setiap barang ketika terjadi transaksi pembelian.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian setelah biaya unit telah ditentukan, kamu bisa menggunakannya untuk menghitung biaya pada setiap transaksi jual beli lainnya. Selanjutnya perusahaan akan menghitung biaya rata-ratanya sesuai data yang sudah dicatat.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p>Dalam pengembangan suatu bisnis, setiap perusahaan perlu menggunakan sistem pencatatan. Tujuannya adalah untuk mencatat persediaan barang dan menghitung nilainya, baik itu perusahaan manufaktur, dagang, maupun jasa, pasti menerapkan sistem pencatatan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu jenis sistem pencatatan terbaik yang sering digunakan oleh perusahaan adalah perpetual inventory system. Metode ini dianggap lebih menguntungkan dibanding dengan metode periodic. Alasannya karena metode perpetual bisa mencatat arus keluar masuknya barang secara akurat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, perusahaan bisa meminimalisir terjadinya kehilangan dan kerusakan pada persediaan barang. Selain itu jika menggunakan metode perpetual, perusahaan jadi lebih mudah dalam mengontrol dan mengawasi pergerakan barang dagang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>komerce.id &#8211; Ketika mengembangkan suatu bisnis, pasti terjadi aktivitas jual beli barang dagang. Dalam aktivitas tersebut kamu wajib melakukan pencatatan saat ada persediaan barang yang &#8230; <a title=\"Perpetual Inventory System: Pengertian, Ciri-ciri &amp; Pencatatannya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/06\/perpetual-inventory-system\/\" aria-label=\"More on Perpetual Inventory System: Pengertian, Ciri-ciri &amp; Pencatatannya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":10028,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[257],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perpetual Inventory System: Pengertian, Ciri-ciri &amp; Pencatatannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Perpetual Inventory System adalah metode kontrol stok yang mengupdate stok setiap kali ada transaksi, baik itu penjualan ataupun pembelian.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/perpetual-inventory-system\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perpetual Inventory System: Pengertian, Ciri-ciri &amp; Pencatatannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perpetual Inventory System adalah metode kontrol stok yang mengupdate stok setiap kali ada transaksi, baik itu penjualan ataupun pembelian.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/perpetual-inventory-system\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Komerce\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"http:\/\/www.facebook.com\/kurnioo\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-02-06T04:30:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-02-11T14:19:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/perpetual-inventory-system.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"238\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bayu Kurniawan\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@kurnioo\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bayu Kurniawan\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/perpetual-inventory-system\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/06\/perpetual-inventory-system\/\"},\"author\":{\"name\":\"Bayu Kurniawan\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/7e8610acaf8f3b21debf109db62236a0\"},\"headline\":\"Perpetual Inventory System: Pengertian, Ciri-ciri &amp; Pencatatannya\",\"datePublished\":\"2023-02-06T04:30:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-02-11T14:19:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/06\/perpetual-inventory-system\/\"},\"wordCount\":1045,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Pergudangan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/komerce.id\/blog\/perpetual-inventory-system\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/06\/perpetual-inventory-system\/\",\"url\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/perpetual-inventory-system\/\",\"name\":\"Perpetual Inventory System: Pengertian, Ciri-ciri &amp; Pencatatannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-02-06T04:30:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-02-11T14:19:49+00:00\",\"description\":\"Perpetual Inventory System adalah metode kontrol stok yang mengupdate stok setiap kali ada transaksi, baik itu penjualan ataupun pembelian.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/perpetual-inventory-system\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/komerce.id\/blog\/perpetual-inventory-system\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/perpetual-inventory-system\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Perpetual Inventory System\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/\",\"name\":\"Blog Komerce\",\"description\":\"E-Commerce dan Bisnis Online\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"Blog Komerce\",\"url\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/komerce-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/komerce-logo.png\",\"width\":298,\"height\":82,\"caption\":\"Blog Komerce\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/7e8610acaf8f3b21debf109db62236a0\",\"name\":\"Bayu Kurniawan\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/161b05bba486f2f89eb3378ab3a23b13?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/161b05bba486f2f89eb3378ab3a23b13?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bayu Kurniawan\"},\"description\":\"SEO Specialist di Komerce, berpengalaman lebih dari 4 tahun dalam SEO dan sangat tertarik pada digital marketing.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.facebook.com\/kurnioo\/\",\"http:\/\/www.instagram.com\/kurnioo\/\",\"http:\/\/www.linkedin.com\/in\/kurnioo\/\",\"https:\/\/twitter.com\/kurnioo\"],\"url\":\"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/author\/kurniawan\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perpetual Inventory System: Pengertian, Ciri-ciri &amp; Pencatatannya","description":"Perpetual Inventory System adalah metode kontrol stok yang mengupdate stok setiap kali ada transaksi, baik itu penjualan ataupun pembelian.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/komerce.id\/blog\/perpetual-inventory-system\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Perpetual Inventory System: Pengertian, Ciri-ciri &amp; Pencatatannya","og_description":"Perpetual Inventory System adalah metode kontrol stok yang mengupdate stok setiap kali ada transaksi, baik itu penjualan ataupun pembelian.","og_url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/perpetual-inventory-system\/","og_site_name":"Blog Komerce","article_author":"http:\/\/www.facebook.com\/kurnioo\/","article_published_time":"2023-02-06T04:30:00+00:00","article_modified_time":"2023-02-11T14:19:49+00:00","og_image":[{"width":720,"height":238,"url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/perpetual-inventory-system.png","type":"image\/png"}],"author":"Bayu Kurniawan","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@kurnioo","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Bayu Kurniawan","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/perpetual-inventory-system\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/06\/perpetual-inventory-system\/"},"author":{"name":"Bayu Kurniawan","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/7e8610acaf8f3b21debf109db62236a0"},"headline":"Perpetual Inventory System: Pengertian, Ciri-ciri &amp; Pencatatannya","datePublished":"2023-02-06T04:30:00+00:00","dateModified":"2023-02-11T14:19:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/06\/perpetual-inventory-system\/"},"wordCount":1045,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Pergudangan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/komerce.id\/blog\/perpetual-inventory-system\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/2023\/02\/06\/perpetual-inventory-system\/","url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/perpetual-inventory-system\/","name":"Perpetual Inventory System: Pengertian, Ciri-ciri &amp; Pencatatannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-02-06T04:30:00+00:00","dateModified":"2023-02-11T14:19:49+00:00","description":"Perpetual Inventory System adalah metode kontrol stok yang mengupdate stok setiap kali ada transaksi, baik itu penjualan ataupun pembelian.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/perpetual-inventory-system\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/komerce.id\/blog\/perpetual-inventory-system\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/perpetual-inventory-system\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/komerce.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Perpetual Inventory System"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/","name":"Blog Komerce","description":"E-Commerce dan Bisnis Online","publisher":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/komerce.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#organization","name":"Blog Komerce","url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/komerce-logo.png","contentUrl":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/komerce-logo.png","width":298,"height":82,"caption":"Blog Komerce"},"image":{"@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/7e8610acaf8f3b21debf109db62236a0","name":"Bayu Kurniawan","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/komerce.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/161b05bba486f2f89eb3378ab3a23b13?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/161b05bba486f2f89eb3378ab3a23b13?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bayu Kurniawan"},"description":"SEO Specialist di Komerce, berpengalaman lebih dari 4 tahun dalam SEO dan sangat tertarik pada digital marketing.","sameAs":["http:\/\/www.facebook.com\/kurnioo\/","http:\/\/www.instagram.com\/kurnioo\/","http:\/\/www.linkedin.com\/in\/kurnioo\/","https:\/\/twitter.com\/kurnioo"],"url":"https:\/\/komerce.id\/blog\/blog\/author\/kurniawan\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10031"}],"collection":[{"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10031"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10031\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10033,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10031\/revisions\/10033"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10028"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10031"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10031"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/komerce.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10031"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}