Sudah Ikut Belajar Online, Apa Selanjutnya?

Selama pandemi coivd-19, satu hal yang banyak dibicarakan adalah belajar online. Entah itu webinar maupun ecourse. Ketika banyak perusahaan memberlakukan WFH. Kebijakan pemerintah yang menganjurkan kita untuk #DiRumahAja. Waktu Anda dalam isolasi bisa menjadi kesempatan unik untuk belajar hal baru, atau meningkatkan keterampilan Anda.

Data menyebutkan, peningkatkan 300% dari para peserta kursus online. Mungkin Anda masuk salah satu di dalamnya?

Lalu, berapa banyak webinar atau kursus online yang sudah Anda ikuti di masa pandemi ini? Satu, dua, belasan, puluhan? Percayalah, semua itu tidak ada gunanya jika Anda tidak melakukan apapun setelah mengikuti belajar online tersebut.

Distraksi Saat Belajar Online

Setelah sekian banyak acara belajar online Anda ikuti, mungkin Anda menyadari bahwa itu tidak seperti sekolah, seminar atau kursus biasanya. Dengan kelas online, kita mudah teralihkan perhatiannya saat kegiatan belajar. Tentu saja, tidak ada yang akan memarahi Anda, jika Anda whatsapp ke teman, atau streaming acara Netflix sambil menonton materi. Hanya ada sedikit atau bahkan tidak ada interaksi langsung dengan guru dan sesama pelajar.

Itu sebabnya, mengikuti kelas online membutuhkan disiplin diri yang tinggi, yang pasti tidak dimiliki oleh semua orang. Sebuah studi melaporkan bahwa, rata-rata, hanya 15% peserta yang menyelesaikan kelas online yang mereka mulai.

Jadi, tidak cukup hanya mendaftar kelas online dan menunggu kelas selesasi kemudian mendapatkan sertifikat. Berikut adalah beberapa hal yang bisa membantu Anda tidak hanya menyelesaikan kursus online, tetapi terus menggunakan apa yang telah Anda pelajari setelah kelas online selesai.

Kelas Online Selesai? Itu Bukan Akhir, Tapi Awal

Sebelum kita lanjutkan, kami berharap bawha Anda adalah termasuk 15% yang menyelesaikan kursus online yang sudah mulai Anda ikuti. Karena hal-hal di bawah ini akan sulit untuk Anda praktekan jika Anda tidak menyelesaikan apa yang Anda mulai.

Ketika Anda menyelesaikan kelas online, itu tidak berakhir dengan Anda mendapatkan sertifikat sebagai pelengkap portfolio Anda. Apalagi cuma sekedar buat laporan ke atasan, jika Anda seorang karyawan yang mendapat tugas mengikuti kelas online selama WFH.

Jadi, mari kita buat setiap belajar online yang kita ikuti benar-benar bermanfaat untuk kita.

Ketahui tujuan Anda

Dalam bukunya Why Architects Still Draw, Paolo Belardi bercerita tentang seorang lelaki yang memasuki situs konstruksi Gothic. Dia mendekati empat arsitek dan bertanya, “Apa yang kamu gambar?” Satu menjawab, “Saya sedang menggambar dinding.” Yang lain mengatakan, “Saya sedang menggambar jendela.” Yang ketiga menjawab, “Saya sedang menggambar pintu.” Arsitek keempat menjawab, “Saya sedang menggambar katedral.”

Intinya adalah, cobalah untuk selalu memperhatikan gambaran besarnya. Setiap hal yang Anda pelajari, ketahui apa yang dapat Anda lakukan dengan pengetahuan baru itu di masa depan.

Kenyataannya, ada begitu banyak webinar dan kelas online diskon besar-besaran, bahkan gratis di masa pandemi ini. Apakah ini sebuah peluang emas? Belum tentu, ingat ungkapan “Terlalu banyak informasi akan membunuhmu”. Itu sebabnya penting untuk selektif dalam memilih belajar online yang akan kita ikuti.

Pastikan Anda memang membutuhkan atau setidaknya tertarik dengan tema yang akan dipelajari. Mungkin, suatu hari nanti keterampilan tersebut dapat membantu Anda menghidupi diri dan keluarga. Atau, hal itu akan membantu meningkatkan karir Anda. Ketahui apa yang ingin Anda capai pada akhirnya. Dan simpan di dalam benak Anda di sepanjang kegiatan belajar Anda, bahkan sepanjang hidup Anda.

Praktekan secara langsung

Penelitian yang dilakukan oleh Jo Boaler, seorang profesor pendidikan di Stanford University. Menunjukkan bahwa, siswa yang belajar matematika dengan mengerjakan soal memiliki kinerja yang lebih baik dalam ujian, daripada mereka yang hanya mendengarkan kuliah, membaca buku teks, dan berpartisipasi dalam metode pengajaran tradisional lainnya.

Praktek-praktek langsung adalah bentuk pembelajaran aktif yang sangat efektif. Kegiatan “mengirim” pekerjaan Anda setelah selesai kursus online, akan membantu Anda menemukan wawasan yang berharga dalam cara belajar yang cepat dan sambil praktek.

Yang jadi masalah kemudian, tidak semua kursus online mewajibkan pesertanya untuk mengirimkan hasil pekerjaan setelah mengikuti kelas online tersebut.

Solusinya, buat sendiri tugas itu! Buat silabusnya, pilih sesuatu yang bermanfaat buat Anda, dan kemudian tetapkan tanggal mulai dan berakhir yang jelas. Karena tenggat waktu dapat membantu Anda sesuai jadwal.

Sebagai penulis, Robert Caro mengatakan: “Tanpa semacam kuota, saya pikir Anda membodohi diri sendiri”. Jika Anda belajar cara menulis, misalnya, Anda mungkin berkomitmen untuk menulis buku mini 15 halaman tentang topik pilihan Anda dalam rentang waktu satu bulan. Anda dapat menghabiskan waktu lima hari untuk melakukan penelitian, membuat garis besar buku Anda untuk lima hari ke depan, menulis satu halaman sehari, dan kemudian menyelesaikannya.

Jika Anda tidak membuat target dan perencanaan yang jelas, Anda mungkin hanya berkomitmen untuk bekerja 15 menit sehari untuk menyelesaikan buku itu.

Temukan komunitas

Salah satu hal yang paling berharga dari belajar secara langsung atau offline adalah komunitas yang menyertainya. Siswa bisa saling memotivasi, guru bisa mengklarifikasi pertanyaan siswa ketika mereka mengalami kesulitan. Hal ini tidak terjadi pada setiap belajar online. Itu sebabnya, Anda harus memastikan masih mendapatkan feedback yang Anda butuhkan.

Salah satu cara untuk melakukan ini adalah terhubung dengan rekan dan pakar yang menguasai hal yang ingin Anda pelajari. Cari grup Facebook, Telegram, dan forum online lainnya yang fokus pada topik yang ingin Anda pelajari.

Anda juga bisa coba menghubungi orang-orang yang karyanya Anda hargai. Misalnya, jika Anda menemukan tutorial, postingan blog, atau video tertentu yang sangat bermanfaat untuk Anda. Coba kirim email ke orang yang membuatnya. Saya sarankan agar pesannya singkat, sederhana, dan spesifik. Tidak sedikit dari mereka yang dengan suka rela mau berbagi ilmu yang Anda butuhkan.

Kesimpulan

Akhirnya, apapun dan seberapa banyak webinar atau kursus online yang kita ikuti, harus ada tindak lanjut dari kegiatan itu. Jangan sampai waktu kita terbuang sia-sia dengan mengikuti webinar yang tidak bisa kita terapkan dalam kehidupan kita. Itu sebabnya kita perlu selektif dalam memilih webinar yang akan kita ikuti.

Jika Anda adalah seorang pebisnis, Anda juga bisa mengikuti Webinar Komerce. Di webinar ini akan dibahas topik-topik menarik di setiap minggunya.

kolaborasi bersama komerce
Hartanto

Hartanto adalah web developer di Komerce. Hartanto ingin memastikan agar setiap website yang dikelolanya terus online. Dia juga banyak berbicara tentang landing page untuk penjualan.