facebook-viewcontent

Make to Order: Pengertian, Contoh, Kelebihan & Kekurangan

komerce.id – Ketika menjalankan suatu perusahaan besar, kamu akan membutuhkan metode atau model inventory yang tepat. Ada dua model yang biasanya diterapkan oleh perusahaan yaitu make to stock dan make to order, keduanya sama-sama berfokus pada proses produksi.

Make to order adalah model operasi dalam order fulfillment yang baru dijalankan jika perusahaan sudah mendapatkan pesanan dari konsumen. Biasanya model ini digunakan untuk mengantisipasi terjadinya penjualan produk yang tidak stabil.

Dengan begitu, perusahaan bisa meminimalisir terjadinya kerugian dan pengeluaran biaya produksi yang berlebihan. Make to order menjadi salah satu sistem produksi yang dinilai cukup efektif untuk menyusun rencana anggaran. Terutama kalau kamu baru memulai bisnis online.

Baca juga: Apa itu Build to Stock?

Pengertian Make to Order

Pengertian make to order
Pengertian make to order, sumber gambar: inmarketing.id

Sebagai salah satu model inventory yang paling efisien, make to order sering dipilih oleh perusahaan untuk mengontrol persediaan produk. Sebelum menerapkan model ini, kamu perlu memahami tentang pengertiannya terlebih dahulu.

Pengertian make to order adalah jenis sistem produksi yang mengatur proses pembuatan berdasarkan angka permintaan. Jadi perusahan baru akan melakukan produksi jika sudah mendapatkan pesanan dari konsumen.

Selain bisa mengantisipasi adanya kelebihan barang, dengan sistem ini pelanggan juga bebas menyesuaikan spesifikasi produk berdasarkan keinginan masing-masing. Model make to order selalu mengutamakan kepuasan pelanggan.

Meskipun baru melakukan produksi jika ada pesanan, perusahaan yang menerapkan sistem make to order tetap mempunyai manajemen persediaan. Namun persediaan yang disimpan hanyalah bahan baku atau mentahan desain produk lainnya.

Kelebihan dan Kekurangan Make to Order

Kelebihan dan kekurangan make to order
Kelebihan dan kekurangan make to order, sumber gambar: tranquilbs.com

Setiap model yang digunakan perusahaan untuk melakukan order fulfillment memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Begitu juga dengan model make to order yang sering dipakai perusahaan untuk menjalankan proses produksi.

Oleh karena itu, pihak perusahaan harus melakukan pertimbangan pada setiap sistem produksi yang ingin dipilih untuk menjalankan bisnis. Kamu dapat menyimak pembahasan dari kelebihan dan kekurangan make to order berikut ini.

Kelebihan Make to Order

Make to order adalah suatu model inventory yang digunakan perusahaan sebagai strategi untuk mengatasi angka penjualan yang tidak menentu. Ada beberapa kelebihan yang akan didapatkan oleh perusahaan yang menerapkan strategi ini, yaitu:

  • Dapat mengurangi kerugian pada pengeluaran ongkos produksi.
  • Mencegah penggunaan bahan baku dan material mentah yang berlebihan.
  • Konsumen dapat memperoleh produk sesuai dengan spesifikasi dan model yang diinginkan.
  • Nilai kepuasan konsumen yang selalu meningkat.
  • Dapat membantu meningkatkan loyalitas konsumen yang merasa puas dengan kualitas produk.

Kelemahan Make to Order

Tak hanya memiliki kelebihan, setiap model operasi inventory pasti juga punya kekurangan. Sehingga perusahaan harus tetap mempertimbangkan sebelum memilih suatu model. Berikut adalah beberapa kekurangan dari model make to order:

  • Angka penjualan yang tidak stabil karena harus menunggu pesanan dari konsumen.
  • Pesanan dengan spesifikasi tertentu dari konsumen seringkali menyulitkan perusahaan dan produsen.
  • Waktu produksi yang dibutuhkan lebih lama dibandingkan dengan sistem produksi lainnya.
Baca juga: Apa itu Stock Opname?

Contoh Make to Order

Contoh Make to Order
Contoh Make to Order, sumber gambar: ibm.com

Cukup berbeda dengan make to stock, model ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang menjual produk khusus. Untuk lebih memahami bagaimana model make to order diterapkan dalam suatu perusahaan, kamu dapat menyimak pembahasannya berikut ini.

Adam Konveksi adalah perusahaan yang menjual sejumlah baju dengan berbagai desain dan model. Suatu hari perusahaan konveksi ini mendapat order untuk membuat baju angkat dari SMP Suka Maju. Jumlah pesanannya mencapai 350 baju.

Kemudian perwakilan dari sekolah memberikan contoh desain baju yang diinginkan. Setelah desain disetujui oleh pihak Adam Konveksi, perwakilan tadi memberikan uang muka sebagai jaminan, jika proses transaksi ini selesai, perusahaan konveksi baru akan mulai memproduksi baju.

Selang beberapa waktu, akhirnya Adam Konveksi telah berhasil memproduksi 350 baju sesuai dengan desain yang dipesan. Lalu pihak sekolah mengambil pesanan baju tersebut dan membayarkan sisa uang sebagai pelunasan.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa make to order adalah strategi yang dijalankan apabila perusahaan sudah mendapatkan order pasti dari konsumen. Sehingga nantinya perusahaan tidak mengalami kerugian jika produknya masih tersisa.

Sekilas Tentang Make to Stock

Make to stock merupakan strategi produksi yang lebih mengedepankan proses pembuatan dan kemudian menyimpannya sebagai stok barang jadi. Biasanya strategi ini diterapkan oleh perusahaan yang menjual produk seragam dengan jumlah banyak, seperti makanan, alat tulis, dan lain-lain.

Meskipun tidak mengedepankan tingkat kepuasan, namun konsumen memiliki pengaruh yang besar dalam proses produksi. Maka dari itu, model make to stock lebih melibatkan persediaan barang dengan permintaan dari konsumen di kemudian hari.

Umumnya perusahaan yang menggunakan model ini harus membuat prediksi untuk menentukan seberapa banyak produk yang harus diproduksi. Angka prediksi ini disusun berdasarkan data inventaris dan daftar riwayat penjualan pada periode sebelumnya.

Baca juga: Pengertian Franco Gudang

Perbedaan Make to Stock dan Make to Order

Perbedaan make to stock dan make to order
Perbedaan make to stock dan make to order, sumber gambar: dclcorp.com

Sebenarnya model make to stock dan make to order memiliki perbedaan yang cukup jelas. Kamu dapat meninjau perbedaan ini dengan melihat beberapa faktor di dalamnya. Misalnya seperti pemrosesan dan manajemen pesanan, rencana produksi, hingga stok gudang.

1. Pemrosesan dan Manajemen Pesanan

Pada penerapan metode produksi make to stock, perusahaan bisa menentukan parameter dan karakteristik dari produk sebelumnya. Contohnya seperti saat memproduksi item furnitur dalam beberapa model dan warna namun tetap seragam.

Sedangkan make to order adalah proses produksi yang lebih mengutamakan laporan kemajuan pemesanan dan alat perencanaan. Semua persiapan tersebut tergantung dari pesanan dan spesifikasi yang diminta oleh pihak konsumen.

2. Rencana Produksi

Rencana produksi untuk model make tos tock sudah disusun sebelum barang dipesan oleh konsumen. Perencanaan ini bergantung pada prediksi data permintaan sebelumnya dan harus dihitung dengan hasil yang seakurat mungkin.

Sementara itu, dalam model make to order, perusahaan akan mulai memproduksi barang jika mereka telah menerima pesanan yang pasti dai konsumen. Perencanaan ini sebenarnya lebih rumit dan memerlukan peralatan, bahan material, serta sumber daya manusia yang memadai.

3. Stok Gudang

Model make to stock memungkinkan perusahaan untuk menyimpan persediaan barang yang telah diproduksi dalam suatu gudang. Berbeda dengan make to order yang tidak bisa menyimpan produk karena seluruh barang produksinya sudah diserahkan ke konsumen.

Baik make to stock maupun make to order, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda. Kamu bisa memilih model dan strategi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan jenis barang yang dijual.


Make to order adalah model yang lebih cocok diterapkan oleh perusahaan yang menjual barang-barang khusus. Misalnya seperti perusahaan konveksi yang membuat pesanan baju sesuai dengan permintaan dan spesifikasi khusus dari konsumen.

Saat suatu perusahaan memilih untuk menerapkan model make to order, maka mereka tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan barang yang kurang. Namun kamu juga harus membuat antisipasi karena pada model ini, angka penjualan cenderung kurang stabil dan berubah-ubah.

Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut, penting bagi para pelaku bisnis untuk meningkatkan performa bisnis yang dimiliki. Layanan Komerce bisa menjadi solusi terbaik kamu, mulai dari talent profesional, masalah pengiriman, sampai manajemen pergudangan. Kunjungi komerce.id untuk info selengkapnya.

Bayu Kurniawan

SEO Specialist di Komerce, berpengalaman lebih dari 4 tahun dalam SEO dan sangat tertarik pada digital marketing.

Tinggalkan komentar